OpenAI Mulai Tampilkan Iklan di ChatGPT Versi Gratis dan Go di India, 50 Brand Jadi Perintis

Penulis: Saiful  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:47:01 WIB
OpenAI resmi meluncurkan layanan iklan ChatGPT Ads di India untuk pengguna versi gratis dan Go.

SULAWESI BARAT — Setelah sukses menguji model periklanan di Amerika Serikat dan Eropa, OpenAI akhirnya membawa sistem ChatGPT Ads ke pasar India. Keputusan ini diambil seiring dengan ambisi perusahaan memperkuat pendapatan menjelang rencana IPO yang santer dikabarkan terjadi tahun ini atau tahun depan.

Mengapa India Jadi Pasar Utama?

India merupakan pasar strategis bagi OpenAI. Perusahaan mencatat lebih dari 100 juta pengguna aktif mingguan di negara tersebut per Februari 2026, dengan mayoritas berada di tier gratis atau Go yang harganya di bawah US$5 (sekitar Rp 82 ribu).

Upaya penetrasi pasar sudah dilakukan sejak lama. OpenAI sempat meluncurkan paket ChatGPT Go pada Agustus 2025 dengan promo gratis satu tahun penuh. Perusahaan juga gencar beriklan di ajang olahraga bergengsi seperti Women's Premier League (WPL) dan Indian Premier League (IPL).

Skema dan Mitra Peluncuran Iklan

OpenAI menggandeng dua agensi periklanan raksasa, WPP dan Omnicom, untuk mengelola kampanye awal. Adapun 50 brand yang tampil merupakan perusahaan dari berbagai sektor yang dipilih untuk menguji efektivitas platform.

Dave Dugan, Head of Global Ads Solutions OpenAI, menyatakan sistem ini dirancang untuk menjangkau konsumen pada momen yang tepat. "Dengan ChatGPT Ads, bisnis dari segala ukuran dapat memperkenalkan diri pada momen berkonteks tinggi ketika keputusan mulai terbentuk," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Batas Minimum dan Fitur Ad Manager

OpenAI akan meluncurkan fitur ad manager pada bulan depan. Marketer bisa membuat kampanye secara mandiri dengan syarat anggaran harian minimum Rp 725 (sekitar US$7,60).

Angka tersebut tergolong rendah untuk standar iklan digital, sehingga membuka peluang bagi usaha kecil menengah untuk menjangkau audiens pengguna AI yang terus bertumbuh.

Perubahan Kebijakan dan Target Pendapatan

Kebijakan ini sejalan dengan perubahan syarat layanan OpenAI awal bulan ini yang mengizinkan penayangan iklan. Sebelumnya, sistem serupa sudah berjalan di AS sejak Februari 2026 dan diperluas ke Eropa pada April 2026.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi monetisasi agresif. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, OpenAI mencatat pendapatan US$6,7 miliar (sekitar Rp 110 triliun) pada kuartal kedua yang berakhir Juni 2026, naik dari US$5,7 miliar (sekitar Rp 94 triliun) di kuartal sebelumnya.

Target Jangka Panjang

The Information melaporkan pada November lalu bahwa OpenAI menargetkan 220 juta pelanggan berbayar pada 2030. Saat laporan itu terbit, baru 35 juta pengguna yang membayar paket Plus dan Pro.

Dengan basis pengguna yang besar di India, sistem iklan ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru tanpa harus mengubah model langganan yang sudah ada. Namun, pengalaman pengguna akan menjadi tantangan utama—seberapa relevan iklan yang muncul akan menentukan apakah fitur ini diterima atau justru mendorong pengguna beralih ke platform lain.

Reporter: Saiful
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top