Resep Kue Tetu Mamuju, Jajanan Tradisional Legit dan Lembut

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 09:18:01 WIB
Resep kue tetu khas Mamuju. (Foto: NET)

SULAWESI BARAT - Resep kue tetu khas Mamuju menjadi salah satu informasi kuliner tradisional yang banyak dicari karena menawarkan cita rasa manis, gurih, dan tekstur yang sangat lembut.

Resep kue tetu khas Mamuju juga menarik untuk dipelajari sebagai upaya melestarikan warisan kuliner Sulawesi Barat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Mandar.

Kue tetu merupakan jajanan tradisional yang identik dengan Kabupaten Mamuju dan berbagai daerah di Sulawesi Barat.

Kudapan ini dikenal dengan bentuknya yang unik karena menggunakan wadah dari daun pandan atau daun pisang yang dibentuk menyerupai perahu kecil.

Selain tampilannya yang khas, kue tetu juga memiliki aroma harum dari daun pandan berpadu dengan santan dan gula merah yang meleleh di bagian dasar kue.

Di tengah menjamurnya makanan modern, keberadaan kue tetu tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang banyak disajikan saat acara keluarga, hajatan, syukuran, hingga berbuka puasa pada bulan Ramadan.

Bahkan, masyarakat Mandar yang merantau turut memperkenalkan kue ini ke berbagai wilayah di Sulawesi, Kalimantan, hingga beberapa daerah lain di Indonesia.

Artikel berikut membahas secara lengkap sejarah singkat kue tetu, bahan yang diperlukan, langkah pembuatan, tips agar hasil lebih lembut, hingga variasi penyajian berdasarkan referensi kuliner tradisional dan literatur mengenai budaya Mandar.

Mengenal Kue Tetu, Warisan Kuliner Mandar

Sebelum mencoba resep kue tetu khas Mamuju, penting untuk mengenal asal-usul makanan tradisional ini.

Kue tetu merupakan salah satu kudapan khas Suku Mandar yang berasal dari wilayah Sulawesi Barat, khususnya Mamuju dan Polewali Mandar.

Dalam kehidupan masyarakat pesisir Mandar, makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sajian sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas daerah.

Nama "tetu" diyakini berasal dari bentuk wadahnya yang menyerupai perahu kecil. Bentuk tersebut memiliki makna simbolis karena masyarakat Mandar sejak dahulu dikenal sebagai pelaut ulung yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan maritim.

Di berbagai daerah Indonesia, makanan dengan konsep serupa juga ditemukan, meski memiliki nama berbeda. Misalnya:

  • Kue Pelita di Ternate.
  • Kue Jojorong di Banten.
  • Kue Popaco di Gorontalo.
  • Kue Lampu-lampu di Manado.

Meski demikian, kue tetu khas Mandar tetap memiliki karakter tersendiri, terutama dari penggunaan daun pandan sebagai wadah dan perpaduan rasa santan dengan gula merah.

Keunikan Kue Tetu Khas Mamuju

Kue tetu memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya mudah dikenali.

1. Wadah dari Daun Pandan

Salah satu keunikan utama terletak pada wadah alami berbentuk perahu kecil.

Selain ramah lingkungan, daun pandan memberikan aroma harum alami ketika proses pengukusan berlangsung.

2. Tekstur Sangat Lembut

Adonan tepung yang dipadukan santan menghasilkan tekstur sangat halus.

Saat disantap, bagian atas terasa lembut sementara bagian bawah menghadirkan sensasi gula merah cair yang legit.

3. Aroma Harum

Perpaduan santan segar dan daun pandan menghasilkan aroma khas yang menjadi daya tarik utama kue tradisional ini.

4. Cocok Disajikan Dingin

Banyak masyarakat Sulawesi Barat lebih menyukai kue tetu setelah didinginkan di lemari es.

Teksturnya menjadi lebih padat namun tetap lembut, bahkan menyerupai puding tradisional.

Resep Kue Tetu Khas Mamuju yang Mudah Dipraktikkan

Berikut bahan-bahan yang dapat disiapkan.

Bahan Adonan

  • 220 gram tepung terigu
  • 30 gram tepung beras
  • 700 ml santan sedang
  • 3 sendok makan gula pasir
  • ½ sendok teh garam
  • 1 sachet susu bubuk (opsional)

Bahan Isian

  • 170 gram gula merah, sisir halus

Bahan Wadah

  • Daun pandan lebar secukupnya
  • Lidi atau stapler makanan

Cara Membuat Kue Tetu

1. Membentuk Wadah Daun

Potong daun pandan sepanjang sekitar 15 sentimeter.

Lipat kedua ujung hingga membentuk wadah menyerupai perahu kecil, kemudian semat menggunakan lidi.

2. Menyiapkan Gula Merah

Masukkan sekitar satu hingga dua sendok teh gula merah sisir ke dasar setiap wadah.

Pastikan gula tersebar merata agar menghasilkan lapisan manis setelah matang.

3. Membuat Adonan

Campurkan:

  • Tepung terigu
  • Tepung beras
  • Gula pasir
  • Garam
  • Santan

Aduk hingga benar-benar rata.

Selanjutnya saring adonan agar tidak terdapat gumpalan tepung.

Langkah ini sangat penting untuk menghasilkan tekstur lembut.

4. Mengisi Wadah

Tuang adonan ke dalam wadah daun pandan hingga sekitar tiga perempat bagian.

Jangan mengisi terlalu penuh karena adonan akan sedikit mengembang saat dikukus.

5. Mengukus

Panaskan kukusan hingga air mendidih.

Susun seluruh adonan di dalam kukusan.

Kukus menggunakan api kecil selama sekitar 8–10 menit.

Lapisi tutup kukusan menggunakan kain agar uap air tidak menetes ke permukaan kue.

6. Penyajian

Setelah matang, angkat dan dinginkan.

Kue dapat langsung disajikan atau dimasukkan ke dalam lemari es selama satu hingga dua jam agar sensasi lembutnya semakin terasa.

Tips Membuat Resep Kue Tetu Khas Mamuju Lebih Lembut

Keberhasilan membuat kue tetu tidak hanya bergantung pada bahan, tetapi juga teknik pembuatannya.

Pilih Santan Segar

Santan segar menghasilkan rasa lebih gurih dibanding santan instan.

Namun jika menggunakan santan instan, pilih kualitas premium agar cita rasa tetap maksimal.

Gunakan Daun Pandan yang Lentur

Daun terlalu tua cenderung mudah robek.

Daun yang terlalu muda juga kurang kuat menahan adonan.

Saring Adonan

Tahapan ini sering dianggap sepele.

Padahal penyaringan mampu menghasilkan tekstur yang benar-benar halus.

Kukus dengan Api Kecil

Api terlalu besar membuat permukaan kue bergelombang.

Pengukusan perlahan membuat tekstur lebih lembut dan matang merata.

Jangan Membuka Kukusan Terlalu Cepat

Biarkan proses pengukusan selesai sempurna agar permukaan kue tidak turun.

Kandungan Gizi Kue Tetu

Sebagai makanan tradisional, kue tetu mengandung berbagai zat gizi, antara lain:

  • Karbohidrat dari tepung.
  • Lemak sehat dari santan.
  • Energi dari gula merah.
  • Mineral alami yang berasal dari gula aren.
  • Serat dalam jumlah kecil.

Karena menggunakan bahan sederhana tanpa pengawet, kue tetu menjadi salah satu jajanan tradisional yang relatif aman apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Waktu yang Tepat Menikmati Kue Tetu

Di Sulawesi Barat, kue tetu sering dijumpai pada berbagai kesempatan.

Misalnya:

  • Sajian berbuka puasa.
  • Arisan keluarga.
  • Acara syukuran.
  • Hajatan adat.
  • Hidangan tamu.
  • Sarapan ringan.

Kelembutan teksturnya membuat kue ini cocok dipadukan dengan teh hangat maupun kopi khas Sulawesi.

Variasi Isian Kue Tetu

Walaupun resep tradisional menggunakan gula merah, beberapa inovasi mulai bermunculan.

Di antaranya:

Keju

Memberikan rasa gurih yang lebih kuat.

Cokelat

Menjadi favorit kalangan anak muda.

Kacang Tanah

Menambah tekstur renyah.

Kelapa Parut Manis

Menghasilkan cita rasa tradisional yang lebih kaya.

Namun demikian, gula merah tetap menjadi isian paling autentik dalam resep asli masyarakat Mandar.

Alasan Kue Tetu Tetap Digemari

Ada beberapa faktor yang membuat kue tradisional ini masih bertahan hingga sekarang.

Mudah Dibuat

Seluruh bahan mudah ditemukan di pasar tradisional.

Biaya Terjangkau

Tidak membutuhkan bahan mahal.

Rasa Khas

Perpaduan santan, gula merah, dan pandan menghasilkan rasa yang sulit ditemukan pada kue modern.

Sarat Nilai Budaya

Kue tetu bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Mandar.

Tips Penyimpanan

Apabila tidak langsung dikonsumsi, simpan dalam wadah tertutup.

Kue dapat bertahan:

  • 1 hari pada suhu ruang.
  • 2–3 hari di lemari pendingin.

Sebelum disajikan kembali, kue dapat dinikmati langsung dalam keadaan dingin atau dikukus sebentar agar teksturnya kembali lembut.

Peluang Usaha Kue Tetu

Popularitas kuliner tradisional yang terus meningkat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Kue tetu memiliki beberapa keunggulan sebagai produk jualan.

  • Modal relatif kecil.
  • Bahan baku mudah diperoleh.
  • Proses produksi sederhana.
  • Cocok dijual sebagai oleh-oleh khas Sulawesi Barat.
  • Memiliki nilai budaya yang tinggi sehingga menarik perhatian wisatawan.

Dengan pengemasan yang lebih modern tanpa menghilangkan ciri khasnya, kue tetu berpotensi menjadi salah satu produk kuliner lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Penutup

Kue tetu merupakan salah satu warisan kuliner terbaik dari masyarakat Mandar yang hingga kini tetap lestari.

Teksturnya yang lembut, rasa manis berpadu gurih santan, serta aroma harum daun pandan menjadikannya sajian tradisional yang selalu dirindukan.

Dengan mengikuti resep kue tetu khas Mamuju secara tepat, proses pembuatan dapat dilakukan dengan mudah di rumah tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.

Reporter: Redaksi
Back to top