Pendapatan Alphabet Tembus USD 119,8 Miliar di Q2 2026, Didorong Cloud dan AI

Penulis: Saiful  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 08:39:01 WIB
Pendapatan Alphabet pada kuartal II 2026 mencapai USD 119,8 miliar, didorong oleh pertumbuhan segmen Google Cloud dan layanan kecerdasan buatan.

SULAWESI BARAT — Alphabet melaporkan pendapatan operasional sebesar USD 40,77 miliar pada kuartal April hingga Juni 2026. Angka ini naik signifikan dari USD 28,2 miliar pada Q2 2025. Laba bersih perusahaan bahkan melonjak menjadi USD 112,1 miliar, berbanding jauh dengan USD 28,2 miliar di tahun sebelumnya.

Segmen Google Cloud menjadi bintang dengan pendapatan USD 24,77 miliar, naik 82 persen dari USD 13,62 miliar di Q2 2025. Pertumbuhan ini disebut karena permintaan tinggi terhadap infrastruktur AI dan solusi kecerdasan buatan korporat.

Sementara itu, pendapatan iklan YouTube mencapai USD 11,06 miliar, naik dari USD 9,79 miliar tahun lalu. Momentum Piala Dunia FIFA 2026 ikut mendorong jumlah penonton—lebih dari 1,7 miliar pengguna unik menyaksikan konten terkait turnamen tersebut di YouTube.

Gemini Makin Merakyat: 950 Juta Pengguna Aktif Bulanan

Produk AI andalan Google, Gemini, menunjukkan adopsi yang masif. Model Gemini kini memproses 22 miliar token API per menit, sementara aplikasi Gemini melaporkan 950 juta pengguna aktif bulanan. Hampir 90 persen perusahaan Fortune 100 tercatat menggunakan Gemini Enterprise.

"Investasi AI kami mendefinisikan ulang apa yang mungkin di setiap bagian bisnis," ujar Sundar Pichai, CEO Alphabet, dalam laporan resmi. "Fitur AI populer mendorong pertumbuhan query Search. Pendekatan full-stack yang terdiferensiasi memberikan nilai nyata bagi konsumen dan mitra global."

Bisnis Hardware dan Langganan Tumbuh Stabil

Segmen "Google Subscriptions, Platforms, and Devices"—yang mencakup hardware Pixel, Play Store, dan pendapatan non-iklan YouTube—mencatat USD 12,91 miliar, naik dari USD 11,2 miliar di Q2 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan ekosistem Google di luar iklan mulai berkontribusi lebih besar.

Namun, divisi "Other Bets" yang berisi proyek-proyek eksperimental seperti Waymo masih merugi. Divisi ini membukukan pendapatan USD 382 juta, tapi kehilangan USD 1,8 miliar—lebih dalam dibanding kerugian USD 1,24 miliar tahun lalu.

Apa Artinya bagi Pengguna Indonesia?

Bagi pengguna smartphone di Indonesia, hasil finansial ini berarti layanan Google seperti Search, YouTube, dan Google Foto kemungkinan akan terus mendapat suntikan fitur AI. Pertumbuhan pendapatan Cloud juga mengindikasikan bahwa infrastruktur data center Google—termasuk yang melayani kawasan Asia—semakin kuat.

Dengan basis pengguna Gemini yang nyaris menyentuh 1 miliar, pengguna Android di Indonesia bisa mengharapkan integrasi AI yang lebih dalam di perangkat mereka, mulai dari asisten suara yang lebih pintar hingga fitur edit foto otomatis di Google Foto.

Reporter: Saiful
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top