Pegawai Kemenag Mamuju Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Belakang Rumah, Polisi Selidiki Penyebab

Penulis: Yasir  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 07:28:31 WIB
Seorang pegawai Kantor Kemenag Mamuju ditemukan tewas gantung diri di kebun belakang rumahnya di Botteng, Mamuju.

MAMUJU — Warga Botteng, Mamuju, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan paruh baya yang tergantung di pohon di kebun belakang rumahnya. Korban diketahui bernama Pambo, yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai di Kantor Kemenag Mamuju.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa suami korban lah yang pertama kali menemukan kejadian nahas tersebut. Setelah menemukan istrinya dalam kondisi tergantung, suami bersama warga setempat segera melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.

Olah TKP dan Evakuasi Jenazah

"Mendapat laporan tersebut, personel gabungan piket Polresta Mamuju langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban," ujar Iptu Herman Basir dalam keterangannya.

Di lokasi, petugas memasang garis polisi di sekitar TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan identifikasi awal untuk mendukung proses penyelidikan. Setelah olah TKP rampung, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Barat.

Pemeriksaan Medis untuk Pastikan Penyebab Kematian

"Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan," jelas Herman. Pemeriksaan medis itu diperlukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polresta Mamuju masih mendalami motif dan latar belakang peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami mohon warga menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian," pungkas Herman.

Reporter: Yasir
Sumber: titiksulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top