SULAWESI BARAT — Djorkaeff, yang namanya harum bersama Timnas Prancis dan klub-klub Eropa seperti Inter Milan serta Bolton Wanderers, kini menjabat sebagai CEO FIFA Foundation sejak 2019. Posisi ini membawanya masuk ke pusaran kekuasaan sepak bola dunia, bekerja langsung dengan Infantino yang kerap menjadi figur kontroversial.
Menariknya, Djorkaeff mengungkapkan bahwa tawaran menjadi penasihat datang langsung dari Infantino pada momen krusial. “Tujuh tahun lalu, Gianni Infantino meminta saya membantu membangun yayasan ini dari nol,” ujarnya kepada FourFourTwo.
“Sebelum Piala Dunia 2022, Gianni meminta saya menjadi penasihatnya. Saat itu banyak kritik terhadap Qatar, pertandingan yang digelar di Desember, dan lain-lain. Saya berterima kasih atas kepercayaannya, tapi saya katakan saya tidak akan sekadar jadi pajangan untuk berfoto,” tegas Djorkaeff.
Peran Djorkaeff di FIFA Foundation bukanlah jabatan seremonial. Bersama timnya, ia merancang dan menjalankan program-program yang memanfaatkan sepak bola sebagai alat perubahan sosial. Proyek-proyek ini menyasar komunitas paling miskin di berbagai penjuru dunia.
“Melihat bagaimana satu bola bisa membawa kebahagiaan bagi begitu banyak anak memberi perspektif tentang seberapa banyak yang bisa dicapai,” ujar pria berusia 56 tahun itu. Ia dan Infantino kerap mendiskusikan pembangunan akademi, perbaikan yang bisa diimplementasikan, hingga dampak besar Piala Dunia Antarklub yang baru diluncurkan.
Salah satu proyek yang dibahas berdua adalah format baru Piala Dunia Antarklub. Djorkaeff menyebut turnamen tersebut mendapat sambutan luar biasa hingga diminta digelar setiap dua tahun sekali. “Kami berbicara tentang banyak hal: perbaikan yang bisa kami terapkan, akademi yang kami bangun, dan Piala Dunia Antarklub. Dampaknya begitu besar sehingga kami diminta mengadakannya setiap dua tahun,” jelasnya.
Dengan dedikasi waktu 99 persen mendampingi Infantino, Djorkaeff membuktikan bahwa karier sepak bolanya tidak berakhir di lapangan hijau. Ia kini menjadi salah satu arsitek di balik kebijakan dan proyek sosial FIFA, mengubah kritik menjadi aksi nyata.