Harta Karun Emas Rp 89.038 Triliun di Rumah Warga India, Perusahaan Gadai Rusia Siap Gas dengan ATM Logam Mulia

Penulis: Saiful  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:12:29 WIB
ATM emas milik perusahaan Rusia, Mosgorlombard, akan dipasang di GIFT City, India, untuk melayani transaksi jual-beli logam mulia secara contactless.

SULAWESI BARAT — Kegilaan masyarakat India terhadap emas bukan sekadar tradisi, melainkan ladang bisnis yang menggiurkan bagi korporasi global. Kali ini, giliran perusahaan Rusia, PJSC MGKL—induk usaha Mosgorlombard—yang memutuskan untuk ikut mengeruk potensi tersebut. Mereka akan mendirikan basis operasi di GIFT City, pusat layanan keuangan internasional di Gujarat yang dirancang untuk menyaingi Singapura dan Dubai.

Alih-alih membuka gerai konvensional, strategi Mosgorlombard cukup unik. Mereka akan memasang terminal otomatis atau ATM khusus yang melayani jual-beli emas dan perak secara contactless. Nasabah bisa bertransaksi tanpa kontak fisik langsung dengan petugas, sebuah gebrakan di tengah pasar pinjaman agunan emas India yang sudah mencapai USD225 miliar.

Potensi Pasar yang Belum Tersentuh

Berdasarkan laporan Morgan Stanley, total emas yang dimiliki rumah tangga India mencapai 34.000 ton. Dengan valuasi menembus USD5 triliun, angka ini setara dengan hampir separuh produk domestik bruto (PDB) India. Namun, ironisnya, hanya sekitar 10 hingga 12 persen dari emas tersebut yang saat ini digunakan sebagai agunan pinjaman.

Sisa 88 persen lebih—yang nilainya mencapai triliunan dolar—itulah yang menjadi incaran utama Mosgorlombard. CEO MGKL, Aleksey Lazutin, dalam keterangan resminya menyebut proyeksi permintaan terhadap terminal penerimaan emas tanpa kontak sangat kuat. "Melihat skala dan matangnya pasar pinjaman berbasis agunan emas di India, kami memproyeksikan adanya permintaan yang sangat kuat terhadap terminal penerimaan barang-barang emas tanpa kontak," ujar Lazutin.

Gebrakan ATM Emas di Tengah Dominasi Pemain Lokal

Pasar pinjaman agunan emas India saat ini didominasi oleh bank-bank besar seperti State Bank of India dan Muthoot Finance. Namun, pendekatan teknologi yang dibawa Mosgorlombard—berupa ATM logam mulia—bisa menjadi game changer. Terminal ini memungkinkan masyarakat menjaminkan atau menjual emas mereka secara cepat tanpa antre di bank.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa perusahaan Rusia tersebut tidak gentar dengan sanksi internasional yang membayangi. Dengan memilih GIFT City sebagai pintu masuk, mereka mendapatkan akses ke ekosistem keuangan global yang lebih longgar secara regulasi, mirip dengan apa yang ditawarkan oleh pusat keuangan di Dubai atau Singapura.

Bagi pasar Indonesia, langkah Mosgorlombard layak dicermati. Bisnis pegadaian di Tanah Air yang dikuasai PT Pegadaian (Persero) juga memiliki karakter serupa: masyarakat menyimpan emas sebagai tabungan, namun tingkat pemanfaatannya sebagai agunan masih bisa didongkrak. Inovasi seperti ATM emas bisa menjadi referensi jika Pegadaian ingin mempercepat digitalisasi layanan gadai di masa depan.

Reporter: Saiful
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top