SULAWESI BARAT — Gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pada akhir Juni lalu terus meninggalkan duka mendalam. Pemerintah Venezuela merilis angka korban jiwa resmi pada Sabtu (18/7) yang menembus 5.069 orang. Sebanyak 17.907 warga lainnya kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.
Pemerintah mengerahkan lebih dari 30.000 personel penyelamat dari berbagai instansi untuk mempercepat tanggap darurat. Mereka bergabung dengan 31.745 relawan dan 2.278 personel asing yang dikerahkan ke lokasi bencana.
Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela hanya dalam selang waktu 39 detik pada 24 Juni lalu. Guncangan kembar itu meruntuhkan total 190 bangunan dan merusak 856 bangunan lainnya di sejumlah wilayah. Pemerintah Venezuela langsung menetapkan status keadaan darurat nasional untuk memobilisasi bantuan dan evakuasi korban.
Komunitas internasional merespons cepat dengan mengirimkan tim penyelamat serta bantuan kemanusiaan. "Menurut data, sebanyak 5.069 orang tewas, 16.740 terluka, dan 6.462 orang dapat diselamatkan," demikian pernyataan resmi yang dipublikasi Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, dilansir ANTARA dari Sputnik.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di Caravellada dan Cariba, dua distrik di negara bagian La Guaira yang menjadi episentrum kerusakan terparah. Tim gabungan dari dalam dan luar negeri terus menyisir puing-puing bangunan yang runtuh. Hingga laporan terbaru, 6.462 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan.
Pemerintah Venezuela mencatat 21.210 warga masih berada di 107 lokasi penampungan sementara yang tersebar di beberapa kota. Pasokan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan darurat menjadi prioritas utama di lokasi-lokasi pengungsian tersebut.
Gempa bumi kembar tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital. Sebanyak 190 bangunan dilaporkan runtuh total, sementara 666 lainnya mengalami kerusakan berat hingga ringan. Kerusakan terparah terjadi di kawasan permukiman padat penduduk dan pusat komersial di La Guaira.
Proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pemerintah Venezuela masih mengandalkan bantuan internasional untuk menutupi kekurangan alat berat, tenaga medis, dan kebutuhan dasar para pengungsi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai perkiraan total kerugian ekonomi akibat bencana tersebut.