SULAWESI BARAT — Kapten Spanyol era 2023-2025, Cesar Azpilicueta, yang kini bekerja sebagai analis BBC, mengungkapkan rahasia di balik konsistensi La Roja. Menurutnya, skuad asuhan Luis de la Fuente memiliki keyakinan penuh pada permainan kolektif, bukan pada aksi heroik perorangan.
“Kami tidak perlu melakukan sesuatu yang spektakuler. Kami hanya perlu tetap tenang dan terus bermain dengan cara yang sama,” ujar Azpilicueta. Keyakinan itu, kata dia, bersumber dari sederet pencapaian: gelar Euro 2024, rekor 37 laga tak terkalahkan, dan cara mereka menaklukkan Prancis di semifinal.
Fakta menarik: sepanjang turnamen, Spanyol belum pernah tertinggal satu gol pun dari tujuh pertandingan. “Jika itu terjadi di final, kami tidak akan berubah. Kami akan menjaga ketenangan yang sama dari awal hingga akhir,” tegasnya.
Azpilicueta mengakui Argentina tetap berbahaya, terutama dengan performa Lionel Messi yang luar biasa. Namun, Spanyol punya sederet pemain yang siap mengantisipasi pergerakan bintang Inter Miami itu.
Satu nama yang diwaspadai adalah Julian Alvarez. “Dia bukan striker murni, bukan gelandang serang. Dia pemain lengkap yang bisa bergerak ke mana saja, menusuk dari sayap, dan menyelesaikan peluang dengan kedua kaki,” kata Azpilicueta, yang sempat satu klub dengannya di Atletico Madrid.
Ketangguhan Spanyol juga ditopang oleh struktur bertahan yang rapi. Hanya satu gol yang bersarang ke gawang mereka sepanjang Piala Dunia ini. Rodri dan Fabian Ruiz menjadi layar di depan lini belakang, sementara Lamine Yamal dan Alex Baena menunjukkan kerja defensif luar biasa saat menghadapi Prancis.
“Lamine melakukan pekerjaan bertahan yang luar biasa melawan Prancis. Begitu juga Baena di sisi kanan. Semua pemain mengutamakan tim,” ujar Azpilicueta.
Final antara Spanyol dan Argentina akan menjadi ujian pamungkas: apakah identitas kolektif La Roja mampu meredam kejeniusan individu Messi dan kawan-kawan? Azpilicueta yakin jawabannya ada pada ketenangan yang sudah mereka tunjukkan sejak laga pertama melawan Cape Verde.