Peruri Tunjuk Letjen (Purn) Teguh Arief sebagai Dirut Baru, Gantikan Dwina yang Pimpin 8 Tahun

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:50:27 WIB
Peruri menunjuk Letjen (Purn) Teguh Arief sebagai Direktur Utama baru menggantikan Dwina yang telah memimpin selama delapan tahun.

SULAWESI BARAT — Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BP BUMN Nomor 345 Tahun 2026 dan Nomor 346 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Direktur Utama serta Ketua Dewan Pengawas Peruri. Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri, Yahdi Lil Ihsan, membenarkan bahwa surat keputusan telah ditandatangani pada 15 Juli 2026. "Setahu saya SK-nya per tanggal 15 Juli 2026 dan sesuai dengan keterangan dari BP BUMN," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Prioritas Keamanan di BUMN Strategis

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengonfirmasi pergantian ini. Ia menjelaskan bahwa keputusan diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi yang telah dipersiapkan sejak lama. "Iya betul," kata Dony saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Dony, pemilihan Teguh yang berlatar belakang militer bukan tanpa alasan. Peruri dinilai bukan sekadar perusahaan komersial, melainkan alat negara yang mengemban tugas mencetak uang rupiah dan dokumen sekuriti berharga. "Peruri ini sebetulnya perusahaan yang harus dijaga keamanannya. Ini bukan sekadar perusahaan komersial, tetapi alat negara," ujarnya. Aspek keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sosok pemimpin perusahaan strategis milik negara tersebut.

Profil Teguh Arief: Dari Kopassus hingga Pusterad

Teguh Arief Indratmoko lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 19 September 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1988 dari kecabangan infanteri dan memulai karier militernya di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pada awal masa dinas, Teguh juga pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur.

Kariernya terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Saat masih berpangkat kolonel, ia pernah menjabat Asisten Logistik Komandan Jenderal Kopassus dan Komandan Grup 2 Kopassus pada 2011 hingga 2012. Setelah menyandang pangkat Brigadir Jenderal pada 2015, Teguh dipercaya menjadi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma sebelum ditarik ke Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sebagai Wakil Komandan pada 2016.

Setahun kemudian, Teguh memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal dan dipercaya sebagai Staf Ahli Panglima TNI. Pada 2018, ia memimpin Kodam Iskandar Muda di Aceh sebelum menjabat Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel KSAD) pada periode 2020-2021. Promosi menjadi Letnan Jenderal diraih Teguh pada 2021 bersamaan dengan penugasannya sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad). Menjelang akhir karier militernya, ia dipercaya menjadi Komandan Jenderal Akademi TNI hingga memasuki masa pensiun pada 2023.

Kiprah Pasca-Pensiun dan Tugas Baru

Selepas pensiun, Teguh menjabat Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), organisasi yang dibentuk pasca-Pilpres 2024 dan menjadi wadah relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dua tahun kemudian, BP BUMN menunjuknya sebagai Direktur Utama Peruri dengan pertimbangan memperkuat tata kelola keamanan pada perusahaan strategis milik negara tersebut.

Penunjukan ini menjadi bagian dari pola rekrutmen purnawirawan TNI di jajaran direksi BUMN strategis, khususnya yang berkaitan dengan fungsi keamanan dan kedaulatan negara. Peruri sendiri memiliki peran vital dalam menjaga kepercayaan publik terhadap alat pembayaran dan dokumen negara. (RAI)

Reporter: Sutomo
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top