Spanyol di Ambang Pecahkan Rekor Nirkalah Argentina, Target Samai Italia di Semifinal Piala Dunia 2026

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 01:39:31 WIB
Spanyol berhasil menyamai rekor nirkalah Argentina dengan 36 pertandingan tanpa kekalahan menjelang semifinal Piala Dunia 2026.

SULAWESI BARAT — La Roja datang ke laga pamungkas babak empat besar dengan modal percaya diri tinggi. Catatan 36 pertandingan tanpa kekalahan yang sudah mereka bukukan kini sejajar dengan rekor Argentina yang bertahan sejak 2019 hingga 2022.

Kekalahan terakhir Spanyol terjadi pada 22 Maret 2024 saat dibekuk Kolombia. Sejak hari itu, tim asuhan Luis de la Fuente mengoleksi 27 kemenangan dan sembilan hasil imbang — torehan yang sudah melampaui pencapaian generasi emas era 2007-2009 yang “hanya” nirkalah dalam 35 laga.

Target Samai Rekor Italia, Tapi Hadang Prancis Bukan Perkara Mudah

Jika berhasil mengalahkan Prancis, Spanyol akan menyamai rekor Italia yang tak terkalahkan dalam 37 pertandingan beruntun pada periode 2018 hingga 2021. Namun, jalan menuju sejarah itu terjal.

Prancis datang dengan ambisi menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun. Les Bleus juga memiliki motivasi ekstra setelah tampil impresif di fase gugur.

Rekor Nirkalah Terpanjang Tim Nasional

  • Italia: 37 laga (2018-2021)
  • Argentina: 36 laga (2019-2022)
  • Spanyol: 36 laga (2024-2026)
  • Aljazair: 35 laga (2018-2022)
  • Brasil: 35 laga (1993-1996)

Laga nanti bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan panggung bagi Spanyol untuk menulis ulang buku rekor. Skuad polesan De la Fuente sudah membuktikan konsistensi luar biasa selama dua tahun terakhir.

Pertandingan semifinal antara Spanyol dan Prancis dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa (14/7) waktu setempat atau Rabu (15/7) dini hari WIB. Siapa pun yang menang, sejarah akan tercipta.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top