Mamuju, ibukota Sulawesi Barat, pagi hari biasanya dimulai dengan suara kapal nelayan merapat di Pelabuhan Belang-Belang. Aroma ikan segar bercampur asinnya air laut jadi penanda bahwa wilayah ini punya lumbung pangan yang melimpah. Bagi perantau atau wisatawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Mandar, orientasi rasa harus dimulai dari sini: kuliner yang tidak sekadar mengenyangkan, tapi juga merekam sejarah migrasi dan adaptasi masyarakat pesisir.
Tidak seperti tetangganya, Makassar yang sudah mendunia lewat coto dan konro, Sulawesi Barat justru menyimpan hidangan yang lebih intim—resep yang diwariskan secara lisan, bumbu yang diracik tanpa patokan gramasi. Dari tujuh hidangan berikut, beberapa mungkin sudah kamu dengar, tapi sebagian besar baru akan terasa nikmatnya jika dimakan di tempat asalnya.
Jepa adalah kue tradisional berbahan dasar sagu yang dipanggang di atas tungku tanah liat. Teksturnya padat, sedikit kenyal, dengan aroma asap yang khas. Orang Mandar biasanya menyantap jepa bersama ikan bakar atau sambal roa.
Di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Mamuju atau Pasar Majene, jepa dijual dalam bentuk bundar pipih. Tidak ada bahan pengawet di dalamnya, jadi daya tahannya hanya sehari. Makanya, jepa jarang ditemukan di luar Sulawesi Barat.
Kaledo adalah singkatan dari kaki lembu domo—kaki sapi yang dimasak dengan kuah bening dan cabai. Hidangan ini populer di daerah Mamuju. Kuahnya ringan di lidah, tapi pedasnya menyusul kemudian. Daging yang menempel di tulang kaki sapi empuk karena dimasak lama.
Warung-warung kaledo biasanya buka menjelang siang sampai malam. Seporsi kaledo disajikan dengan nasi putih hangat dan sambal terasi. Beberapa penjual juga menambahkan potongan nanas untuk menyeimbangkan rasa pedas.
Ikan bandeng bakar di Sulawesi Barat berbeda dengan versi di kota lain. Ikan dibiarkan utuh, tidak dikeluarkan isi perutnya, lalu dibakar di atas bara api dari tempurung kelapa. Hasilnya, daging ikan tetap lembap di dalam dan kulitnya garing.
Bumbu yang digunakan sederhana: bawang putih, kunyit, dan garam. Tapi yang membuatnya istimewa adalah sambal pencelupnya—campuran cabai rawit, jeruk nipis, dan terasi bakar. Di sepanjang pesisir Campalagian, kamu bisa menemukan warung-warung lesehan yang menyajikan hidangan ini langsung di pinggir pantai.
Palumara adalah sup ikan dengan kuah kuning yang asam dan pedas. Ikan yang biasa dipakai adalah ikan kakap merah atau ikan kerapu. Kuahnya berasal dari campuran kunyit, asam jawa, cabai, dan daun kemangi.
Hidangan ini sering disajikan saat acara keluarga atau syukuran. Di beberapa rumah makan di Jalan Ahmad Yani, Mamuju, palumara menjadi menu andalan yang habis sebelum jam makan siang berakhir. Rasanya segar, cocok dimakan saat cuaca panas.
Berbeda dengan pepes pada umumnya yang menggunakan daun pisang, pepes khas Sulawesi Barat menggunakan daun talas. Daun talas memberi aroma khas dan sedikit rasa lengket yang unik. Ikan patin dibumbui dengan kunyit, serai, dan cabai hijau, lalu dibungkus rapat dan dikukus.
Proses pengukusan membuat bumbu meresap hingga ke tulang. Pepes ini biasanya dimakan bersama jepa atau nasi hangat. Di daerah Polewali Mandar, pepes ikan patin daun talas mudah ditemukan di warung-warung pinggir jalan yang buka sejak subuh.
Kapurung adalah hidangan berupa bubur sagu kental yang dicampur sayuran seperti kangkung, bayam, dan jagung muda. Teksturnya mirip bubur tapi lebih kenyal. Kuahnya bening dengan rasa gurih dari ikan teri atau udang kecil.
Kapurung sering dijadikan makanan pengganti nasi. Di desa-desa sekitar Tinambung, kapurung disajikan dalam mangkuk besar dan dimakan bersama-sama. Rasanya ringan, cocok untuk sarapan atau makan malam.
Pisang ijo versi Mamuju sedikit berbeda dengan versi Makassar. Pisang dibungkus adonan tepung beras yang diberi pewarna hijau alami dari daun suji, lalu dikukus. Setelah matang, pisang ijo disiram saus santan kental dan sirup merah.
Tekstur pisangnya lembut, adonannya tipis, dan kuah santannya tidak terlalu manis. Penjual pisang ijo biasanya berjualan di sore hari, berkeliling menggunakan gerobak. Di sekitar Alun-Alun Mamuju, kamu bisa menemukan beberapa penjual yang sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu.
Apa makanan khas Sulawesi Barat yang paling terkenal?
Jepa dan kaledo adalah dua hidangan yang paling sering disebut. Jepa sebagai kue tradisional, kaledo sebagai makanan berat berkuah.
Di mana bisa mencicipi kuliner khas Sulbar di Mamuju?
Pasar Mamuju dan sepanjang Jalan Ahmad Yani banyak terdapat warung makan yang menyajikan hidangan lokal. Beberapa rumah makan juga menyediakan menu khas Mandar.
Apakah kuliner Sulawesi Barat pedas?
Sebagian besar menggunakan cabai, tapi level pedasnya bervariasi. Kaledo dan palumara cenderung pedas, sedangkan jepa dan kapurung lebih netral.
Berapa kisaran harga makanan di Sulawesi Barat?
Harga bervariasi tergantung tempat dan jenis hidangan. Sebaiknya cek langsung ke warung atau rumah makan untuk informasi harga terkini.
Apa oleh-oleh khas Sulbar selain makanan?
Selain jepa kering, ada juga kain tenun Mandar dan kerajinan anyaman rotan dari daerah Majene.
Kuliner Sulawesi Barat tidak pernah mengejar popularitas. Hidangan-hidangan ini lahir dari kebutuhan, bukan dari panggung. Rasanya jujur—tidak dibuat-buat. Kalau kamu mampir ke Mamuju atau Polewali, jangan lewatkan jepa hangat di pagi hari. Itu mungkin satu-satunya cara untuk memahami bagaimana orang Mandar memulai harinya: sederhana, tapi penuh rasa.