SULAWESI BARAT — Timnas Indonesia akan memulai pemusatan latihan panjang di Bali mulai 5 Juli hingga 25 Juli mendatang. Dari total 46 pemain yang dipanggil, hanya 26 nama yang akan masuk skuad akhir untuk berlaga di Piala AFF 2026 yang bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus.
Sumardji menjelaskan bahwa Bali bukan pilihan dadakan. PSSI sudah mempertimbangkan matang-matang kebutuhan tim selama pemusatan latihan.
"Di Bali kebetulan fasilitasnya cukup lengkap. Ya, dan cuacanya sangat mendukung. Jadi saya kira pemilihan TC di Bali cukup tepat dan memang itu yang menjadi tujuan kami supaya anak-anak lebih fokus. Kembali lagi bahwa ini berkaitan dengan soal fasilitas," kata Sumardji di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Penetapan Pulau Dewata sebagai lokasi pelatihan bukan pengalaman pertama bagi PSSI. Dua tahun lalu, tepatnya menjelang Piala ASEAN 2024, Timnas Indonesia juga menjalani pemusatan latihan serupa di Bali.
Keputusan ini mendapat dukungan dari para pemain. Cahya Supriadi, penjaga gawang PSIM Yogyakarta yang masuk dalam daftar panggilan, menilai Bali punya keunggulan tersendiri.
"Karena Bali punya beberapa fasilitas yang bagus terus dari lapangan juga punya beberapa. Di sana juga ada tempat gym, mungkin setelah latihan bisa langsung gym, atau sebelum latihan ke lapangan, kami bisa gym dulu, gitu kan. Jadi menurut saya keputusan yang tepat ketika kita latihan di Bali," ujar Cahya.
Meski berlatih di Bali, Timnas Indonesia memilih Stadion Pakansari Bogor sebagai venue kandang selama fase grup. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Dua laga kandang akan digelar di Pakansari: menjamu Kamboja pada 27 Juli dan melawan Vietnam pada 23 Agustus. Jika berhasil lolos ke semifinal dan final, rencananya Timnas Indonesia akan pindah venue ke Stadion Utama GBK.