Pencarian

Pemprov Sulbar Bekali 90 Bidan dan Tenaga Gizi di Mamuju demi Tekan Stunting Lewat Kelas Ibu Balita

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:49:32 WIB
Pemprov Sulbar Bekali 90 Bidan dan Tenaga Gizi di Mamuju demi Tekan Stunting Lewat Kelas Ibu Balita
Peserta orientasi mengikuti pemaparan materi Kelas Ibu Balita di Aula DKPPKB Sulbar, Mamuju, Kamis (20/8/2026).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar orientasi Kelas Ibu Balita bagi puluhan bidan dan tenaga pelaksana gizi se-Kabupaten Mamuju. Kegiatan yang berlangsung di Aula DKPPKB Sulbar pada Kamis (20/8/2026) ini bertujuan membekali tenaga kesehatan agar mampu menjadi edukator bagi orang tua dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi anak.

MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya membekali tenaga kesehatan dengan teori, tetapi juga keterampilan komunikasi agar pesan tentang ASI eksklusif hingga pencegahan stunting sampai efektif ke orang tua. Orientasi ini menegaskan peran bidan dan ahli gizi sebagai ujung tombak pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Bidan Didorong Jadi Edukator, Bukan Sekadar Pelayan Kesehatan

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan transformasi peran tenaga kesehatan di lini depan. Mereka tidak cukup hanya melayani pasien yang datang berobat, tetapi harus aktif menjemput bola dengan memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki balita.

"Kita ingin memastikan orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak sejak dini. Kelas Ibu Balita menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kemampuan tersebut," ujarnya.

Apa Saja Materi yang Dikuatkan dalam Orientasi Ini?

Para peserta dibekali sejumlah keterampilan kunci yang berhubungan langsung dengan tumbuh kembang anak di 1.000 hari pertama kehidupan. Materi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang sering dihadapi orang tua di lapangan.

  • Pemantauan pertumbuhan balita secara berkala dan konsisten.
  • Penerapan pola asuh yang tepat dan sesuai usia anak.
  • Pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI.
  • Optimalisasi penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan utama keluarga.

Dukungan DPRD: Pelayanan Harus Menyentuh Kebutuhan Warga

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulbar, Suraidah Suhardi, yang turut hadir memberikan penguatan, mendorong para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi. Ia menilai pendekatan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat adalah kunci memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga.

Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak ini sejalan dengan agenda Panca Daya ke-3 Provinsi Sulawesi Barat, yakni "Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter." Komitmen ini memastikan setiap anak di Sulbar mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal sejak awal kehidupan. (Adv/Rls)

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sorotanpena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks