MAMUJU — Kunjungan silaturahmi Kepala Kanwil DJP Sulselbartra beserta jajarannya ke Markas Polda Sulbar menjadi momentum penyelarasan visi antara aparat keamanan dan otoritas fiskal. Kedua institusi membahas dinamika ekonomi regional, khususnya terkait investasi strategis yang diproyeksikan mengubah wajah perekonomian Sulawesi Barat dalam lima tahun ke depan.
Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menyambut langsung kedatangan rombongan. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan perkembangan terkini wilayah Sulbar yang dinilainya semakin maju, dengan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama bagi investor.
Potensi Tambang Logam Tanah Jarang dan Target Operasi 2027
Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyoroti tingginya kandungan logam tanah jarang dan mineral di Sulbar, yang disebutnya sebagai salah satu yang tertinggi di Pulau Sulawesi. Sosialisasi rencana pengembangan tambang tersebut kepada masyarakat disebut sudah mulai berjalan.
"Jika berjalan lancar dan mulai beroperasi pada 2027, saya yakin dalam lima tahun ke depan Sulbar akan mengalami perubahan besar, termasuk peningkatan konektivitas dan transportasi," tutur Kapolda di hadapan perwakilan DJP Sulselbartra.
Pernyataan ini menegaskan bahwa proyek pertambangan tidak hanya berdampak pada sektor ekstraktif, tetapi juga akan mendorong pembangunan infrastruktur penunjang di daerah.
Dukungan Polri untuk Program Ketahanan Pangan di Mamasa
Di luar sektor pertambangan, pertemuan tersebut juga membahas keterlibatan Polri dalam program strategis pemerintah di bidang pertanian. Kapolda mengungkapkan bahwa Mabes Polri telah menunjuk Polda Sulbar untuk mendukung program penanaman bawang putih.
"Kami juga ditunjuk Mabes Polri untuk mendukung penanaman bawang putih, dan telah menyiapkan lahan di wilayah Mamasa untuk kegiatan tersebut," tambahnya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa sinergi antara kepolisian dan instansi vertikal lainnya tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada penguatan sektor riil dan ketahanan pangan nasional.
Mekanisme Perpajakan Investasi Tambang di Sulbar
Sementara itu, perwakilan Kanwil DJP Sulselbartra yang baru pertama kali berkunjung ke Sulbar menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari jajaran Polda. Terkait investasi tambang logam tanah jarang, pihaknya menegaskan bahwa mekanisme perpajakan akan mengikuti aturan yang berlaku.
"Kami menaungi tiga provinsi, dan ini pertama kalinya saya berkunjung ke Sulbar. Terkait investasi tambang logam tanah jarang, mekanisme perpajakannya mengikuti aturan yang berlaku, sama seperti yang diterapkan pada pengembangan tambang lain sebelumnya," tuturnya.
Pernyataan ini memberikan kepastian hukum bagi calon investor mengenai aspek fiskal dalam pengembangan tambang di wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan penyerahan plakat sebagai simbol komitmen sinergi yang semakin kokoh antara Polda Sulbar dan Kanwil DJP Sulselbartra. Kedua pihak sepakat untuk terus saling mendukung dalam menjaga stabilitas keamanan dan memajukan perekonomian daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.