Pencarian

Harga Kripto Merah Semua 3 Juni 2026: BTC Anjlok ke Rp 1,19 Miliar, Sentimen Risk-Off Kembali Menguasai Pasar

Rabu, 03 Juni 2026 • 05:58:01 WIB
Harga Kripto Merah Semua 3 Juni 2026: BTC Anjlok ke Rp 1,19 Miliar, Sentimen Risk-Off Kembali Menguasai Pasar
Bitcoin anjlok ke Rp 1,19 miliar dalam aksi jual kripto pada 3 Juni 2026.

Pagi ini, secangkir kopi terasa lebih pahit bagi para investor kripto di Jakarta. Pantauan pukul 05.14 WIB menunjukkan tidak ada satu pun koin utama yang selamat dari aksi jual masif. Bukan hanya Bitcoin yang terkapar, hampir seluruh lapis pasar ikut terhempas dalam apa yang oleh analis disebut sebagai broad-based sell-off.

Panggung Darah: Siapa yang Paling Sakit?

Bitcoin (BTC) kini bertengger di Rp 1.198.410.790 atau setara $67.171, turun signifikan dari level psikologis Rp 1,26 miliar yang sempat dipertahankan pekan lalu. Ethereum (ETH) tak lebih beruntung, terperosok ke Rp 33.696.061 ($1.888,68). Yang paling mencolok adalah Solana (SOL) yang ambruk 6,47% ke Rp 1.341.891 ($75,21), menjadikannya top loser pagi ini di antara aset berkapitalisasi besar.

BNB merosot 4,97% ke Rp 11.708.943, sementara XRP kehilangan 5,49% menjadi Rp 21.735. Koin meme Dogecoin (DOGE) juga ikut babak belur dengan koreksi 5,96% ke Rp 1.672. Cardano (ADA) turun 5,94% ke Rp 3.839. Satu-satunya yang sedikit lebih "tenang" adalah TRON (TRX) yang hanya melemah 2,62% ke Rp 5.977 — mungkin karena aktivitas ekosistem USDT-nya yang masih tinggi.

Kenapa Pasar Merah? Bukan Sekadar FOMO Reversal

Penyebab utamanya ada di luar kripto. Data inflasi AS yang dirilis tadi malam menunjukkan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Ini memicu kekhawatiran bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Akibatnya, investor global lari ke aset safe-haven seperti dolar AS dan obligasi pemerintah, meninggalkan aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi.

Untuk investor Indonesia, efeknya berlapis. Selain harga kripto yang turun dalam denominasi dolar, penguatan dolar AS membuat nilai tukar rupiah ikut tertekan. Ini berarti saat investor membeli kripto di exchange lokal seperti Indodax, Tokocrypto, atau Pintu, daya beli rupiah mereka juga sedang melemah — kombinasi yang tidak menguntungkan.

Koin yang Wajib Dipantau Hari Ini: Bukan Cuma BTC

Meski pasar sedang bearish, ada beberapa koin yang layak masuk radar investor Indonesia:

Pertama, Solana (SOL). Penurunan 6,47% memang brutal, tetapi SOL justru menjadi indikator sentimen risiko paling sensitif. Jika dalam 1-2 hari ke depan SOL mampu bangkit di atas Rp 1.400.000, itu bisa menjadi sinyal awal pemulihan. Sebaliknya, jika terus turun menembus Rp 1.250.000, bersiaplah untuk koreksi lebih dalam.

Kedua, TRON (TRX). Ketahanan relatifnya dengan koreksi hanya 2,62% menarik perhatian. TRX sering menjadi tempat berlindung sementara (safe haven) bagi investor di ekosistem Asia saat pasar sedang tidak menentu. Jika TRX tetap stabil di kisaran Rp 5.900-Rp 6.000, ini bisa menjadi pilihan konservatif di tengah badai.

Ketiga, XRP. Koreksi 5,49% ke Rp 21.735 membuatnya kembali mendekati level support psikologis Rp 20.000. Bagi investor yang percaya pada perkembangan regulasi Ripple, area ini bisa menjadi titik akumulasi. Namun, jangan terburu-buru — tunggu konfirmasi volume beli yang signifikan.

Strategi Investor Indonesia: Jangan Panik, Tapi Jangan Nekat

Bagi investor ritel di Indonesia, situasi seperti ini sering memicu dua reaksi ekstrem: panik jual di harga rendah, atau nekat buy the dip tanpa perhitungan. Keduanya berbahaya. Yang lebih bijak adalah melakukan dollar-cost averaging (DCA) secara bertahap pada koin-koin fundamental kuat seperti BTC dan ETH, sambil menyisihkan dana darurat untuk berjaga-jaga jika koreksi berlanjut.

Untuk transaksi, exchange lokal seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu masih menjadi pilihan utama dengan likuiditas rupiah yang baik. Pastikan kamu menggunakan fitur limit order agar tidak terjebak membeli di puncak volatilitas.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan ajakan atau saran investasi. Seluruh keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca setelah melakukan riset mandiri.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks