Pencarian

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 17.603 per Dollar AS pada Jumat Pagi, Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia

Jumat, 15 Mei 2026 • 15:52:09 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp 17.603 per Dollar AS pada Jumat Pagi, Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp 17.603 per dollar AS pada Jumat pagi.

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali terkoreksi tajam dan menyentuh angka Rp 17.603,20 per dollar AS berdasarkan pantauan platform Google Finance pada pukul 09.03 WIB. Pergerakan ini menunjukkan tren pelemahan yang konsisten sejak pembukaan perdagangan di pasar spot.

Sebelum menembus level psikologis baru tersebut, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp 17.540 hingga Rp 17.550 per dollar AS. Posisi ini merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.529 per dollar AS.

Data Morningstar dan Bloomberg mengonfirmasi bahwa mata uang garuda masih berada dalam tekanan besar terhadap dollar AS. Para pelaku pasar terpantau cenderung menghindari risiko di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.

Pemicu Pelemahan: Harga Minyak Dunia dan Konflik Geopolitik

Tekanan terhadap kurs rupiah terjadi seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia. Selain itu, meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan dipicu oleh memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban berat bagi mata uang di kawasan regional. Kondisi ini membuat rupiah sulit untuk menguat dalam waktu dekat.

“Rupiah dan mata uang regional terpantau melemah cukup besar terhadap dollar AS oleh harga minyak mentah dunia yang kembali naik,” ujar Lukman Leong.

Proyeksi Rupiah Bisa Menguji Level Rp 17.800

Kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia juga turut dilaporkan oleh Reuters sebagai salah satu faktor yang menekan nilai tukar. Jika arus modal asing belum kembali pulih, posisi rupiah diprediksi masih bisa merosot lebih dalam.

Josua Pardede mengungkapkan bahwa pergerakan harga minyak Brent akan menjadi kunci penting bagi stabilitas nilai tukar ke depan. Angka Rp 17.800 menjadi level berikutnya yang mungkin diuji jika tekanan tidak mereda.

“Jika Brent bertahan di atas 110 dollar AS per barrel dan arus modal asing belum pulih, rupiah bisa menguji Rp 17.800,” kata Josua Pardede.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks