MAMUJU — Kedatangan Irjen Pol Totok Suharyanto disambut Kepala SMKN 1 Rangas, Drs. H. Mahmud, bersama para guru dan siswa. Kapolda datang didampingi Karo SDM, Dirlantas, dan Dirnarkoba Polda Sulbar.
Dalam sesi dialog, sejumlah siswa melontarkan pertanyaan soal penanganan kenakalan remaja, pernikahan dini, bahaya narkoba di lingkungan sekolah, hingga kekhawatiran mengenai biaya pendaftaran anggota Polri. Jawaban Kapolda soal biaya itu menjadi salah satu momen paling ditunggu.
Totok menegaskan bahwa penerimaan anggota Polri dilaksanakan tanpa pungutan biaya, sejak pendaftaran hingga masa pendidikan. Ia meminta para siswa tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
"Kami di sini untuk menjamin bahwa mendaftar masuk Polisi itu gratis! Semuanya gratis tis sampai masa pendidikan. Jangan pernah mengandalkan uang, karena jika ada yang meminta uang, kalian pasti sedang tertipu!" tegasnya.
Polda Sulbar, lanjut Totok, berkomitmen mewujudkan proses rekrutmen yang transparan, bersih, dan kompetitif. Masyarakat diminta berani melaporkan bila menemukan indikasi penyimpangan dalam penerimaan anggota Polri.
"Insya Allah, kami pastikan penerimaan yang bersih dan kompetitif. Ke depan, kami juga siap membuka diri menerima segala kritikan dan masukan demi rekrutmen yang jauh lebih bersih," tambahnya.
Di hadapan para pelajar, Totok menyampaikan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Menurutnya, masa muda adalah kesempatan berharga untuk membangun kemampuan dan karakter, sehingga siswa perlu berani keluar dari zona nyaman.
"Setiap orang punya waktu dan mimpi yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut. Mereka yang mampu menggenggam masa depan adalah yang bekerja keras. Mustahil sukses diraih jika waktu hanya dihabiskan untuk bermalas-malasan atau merokok," tegasnya.
Kapolda juga menekankan keseimbangan antara pendidikan akademis dan kehidupan spiritual. Ia mengajak siswa membiasakan diri menjalankan ibadah, menjaga kesehatan, dan menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
"Saat teman-temanmu terlelap atau asyik menonton TV, paksakan dirimu terbangun untuk tahajud. Saat yang lain kenyang, paksakan dirimu menahan lapar dengan berpuasa. Jika adik-adik tidak punya kemauan dan keahlian, target Indonesia Emas tidak akan tercapai. Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian, jadi paksakan diri untuk belajar!" ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Polda Sulbar menampilkan sejumlah personel polisi muda yang diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar untuk berani mengejar cita-cita menjadi anggota kepolisian. Kapolda menutup arahannya dengan pesan agar siswa memperkuat keimanan dan menjadikan kedisiplinan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Paksakan salat berjamaah, paksakan salat subuh di masjid. Ini adalah rem terbaik kita dari perilaku buruk. Allah SWT lebih menyukai hambanya yang bekerja keras prosesnya, karena nilai tertinggi ada pada usahanya," tuturnya.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polda Sulbar berharap kehadiran Polri di lingkungan sekolah tidak hanya mempererat hubungan dengan dunia pendidikan, tetapi juga mendorong pelajar mengembangkan potensi, menjauhi narkoba, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul.