Kartu Pokemon Langka Tembus US$ 16,49 Juta, COO FLOQ Sebut Mirip Dinamika Aset Kripto di ICP 2026

Penulis: Saiful  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 09:16:01 WIB
Kepala Operasional FLOQ Suryo Adipradono menyampaikan perbandingan pasar kartu koleksi dan aset kripto dalam Indonesia Card Party 2026 di Agora Mall, Jakarta.

JAKARTA — Kepala Operasional FLOQ Suryo Adipradono menyampaikan gagasan itu di hadapan peserta Indonesia Card Party 2026, ajang yang mempertemukan kolektor kartu dari berbagai daerah. FLOQ tampil sebagai salah satu sponsor acara yang digelar di Agora Mall, Jakarta.

Perbandingan yang ia angkat bukan tanpa dasar. Pasar kartu koleksi dan pasar aset digital sama-sama membentuk harga lewat interaksi penawaran, permintaan, dan persepsi nilai yang dibangun komunitas.

Harga Pikachu Illustrator Jadi Rujukan Nilai Kartu Langka

Penjualan kartu Pokemon Pikachu Illustrator seharga US$ 16,492 juta pada Februari 2026 memperlihatkan batas atas yang bisa dicapai benda koleksi. Angka itu tercatat Guinness World Records dan menjadi salah satu contoh paling sering dikutip saat membahas kelangkaan kartu.

Menurut Suryo, harga kartu Pokemon dipengaruhi sejumlah faktor: edisi penerbitan, jumlah kartu yang beredar, popularitas karakter, kondisi fisik, hingga hasil penilaian lembaga pemeringkat kartu independen. Kartu edisi terbatas dengan kondisi prima berpotensi lebih mahal di pasar sekunder.

Namun ia menegaskan tidak semua kartu mengalami kenaikan nilai. Harga tetap bergantung pada permintaan kolektor, kondisi pasar, dan transaksi yang benar-benar terjadi.

Kelangkaan Bukan Jaminan Harga Naik

Di pasar kripto, dinamika serupa muncul lewat batas pasokan yang ditentukan protokol jaringan. Sebagian aset digital punya mekanisme penerbitan berbeda, sehingga kelangkaan tidak selalu berujung pada kenaikan harga.

"Selain penawaran dan permintaan, harga aset kripto juga dipengaruhi oleh likuiditas, utilitas, perkembangan teknologi, sentimen pasar, serta kondisi ekonomi global," ujar Suryo.

Ia menambahkan, kelangkaan hanya salah satu faktor pembentuk nilai. Baik kartu koleksi maupun aset kripto tetap terbuka pada risiko penurunan nilai.

Indeks Pokémon 200 Naik 229% Sejak 2020

Perkembangan pasar kartu koleksi mendorong lahirnya alat pemantau harga. TCGCharts memperkenalkan indeks Pokémon 200 pada Agustus 2026 untuk melacak 200 kartu Pokemon bernilai tinggi berdasarkan data penjualan terverifikasi.

Penyedia data itu melaporkan indeksnya meningkat 229% sejak Januari 2020 hingga peluncurannya. Angka tersebut hanya mencerminkan kelompok kartu yang dipantau, bukan seluruh pasar kartu Pokemon, dan tidak menjamin keuntungan bagi kolektor.

Komunitas Jadi Penggerak, tapi Tak Selalu Sejalan dengan Harga

Pada pasar kartu Pokemon, komunitas menggerakkan aktivitas mengoleksi, bertukar kartu, turnamen, berbagi informasi, hingga transaksi. Marketplace digital dan media sosial memperluas jangkauan kolektor lintas negara.

Di ekosistem kripto, komunitas berperan lewat penyebaran informasi, pengembangan teknologi, aktivitas perdagangan, dan penggunaan aset digital di berbagai aplikasi.

"Keduanya memperlihatkan bagaimana interaksi komunitas dapat meningkatkan perhatian terhadap suatu aset. Namun, popularitas dan tingginya aktivitas komunitas tidak selalu sejalan dengan kenaikan harga," tutur Suryo.

Risiko Kartu Fisik dan Aset Digital Berbeda

Kartu Pokemon adalah barang koleksi fisik. Nilainya bergantung pada karakteristik barang dan pasar kolektor. Risiko yang dihadapi mencakup kerusakan, pemalsuan, biaya penyimpanan, dan keterbatasan likuiditas.

Aset kripto merupakan aset digital dengan fungsi beragam, dari utilitas pada jaringan blockchain hingga instrumen yang diperdagangkan di pasar aset digital. Risikonya meliputi volatilitas harga, keamanan digital, dan ketidakpastian regulasi sesuai jenis aset serta yurisdiksinya.

Di Indonesia, perdagangan aset keuangan digital termasuk aset kripto berada dalam kerangka pengaturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemahaman terhadap karakteristik aset, mekanisme perdagangan, dan risiko menjadi syarat sebelum seseorang mengambil keputusan.

"Baik kartu Pokemon maupun aset kripto memiliki dinamika pasar yang menarik untuk dipahami. Kelangkaan, permintaan, dan kepercayaan komunitas dapat memengaruhi persepsi nilai suatu aset. Meski begitu, masing-masing memiliki karakteristik, mekanisme, dan risiko yang berbeda," kata Suryo.

Reporter: Saiful
Sumber: mandarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top