MAMUJU — Operasi penanganan Karhutla di Dusun Buana Sakti dikoordinir langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamuju, Taslim Sukirno. TRC BPBD Sulbar diterjunkan sebagai bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap upaya yang dijalankan pemerintah kabupaten bersama unsur teknis lainnya.
Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk memperkuat pengendalian kebakaran. Selain memadamkan api, tim gabungan mengantisipasi potensi perluasan area terdampak agar tidak menjalar ke wilayah lain.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan keterlibatan TRC BPBD Sulbar merupakan wujud dukungan pemerintah provinsi. Langkah tersebut mengikuti arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana.
Arahan keduanya menekankan penanganan bencana dilakukan secara terpadu, responsif, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
"Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur. Kami terus memperkuat dukungan melalui TRC BPBD Sulbar agar upaya penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi," ujar Yasir Fattah.
Pada hari kedua operasi, koordinasi antara BPBD Provinsi Sulawesi Barat dan BPBD Kabupaten Mamuju menjadi bagian penting. Kedua instansi memastikan dukungan personel, peralatan, dan kebutuhan operasional dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Yasir Fattah menegaskan keselamatan personel harus menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Seluruh unsur diharapkan terus berkoordinasi untuk mencegah api meluas ke wilayah lain yang berpotensi terdampak.
Hingga operasi hari kedua, tim gabungan masih berada di lokasi untuk memantau titik-titik yang berpotensi muncul kembali. Warga di sekitar Dusun Buana Sakti diminta tetap waspada terhadap perkembangan kondisi kebakaran.