Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar orientasi Kelas Ibu Balita bagi puluhan bidan dan tenaga pelaksana gizi se-Kabupaten Mamuju. Kegiatan yang berlangsung di Aula DKPPKB Sulbar pada Kamis (20/8/2026) ini bertujuan membekali tenaga kesehatan agar mampu menjadi edukator bagi orang tua dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi anak.
MAMUJU — DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya membekali tenaga kesehatan dengan teori, tetapi juga keterampilan komunikasi agar pesan tentang ASI eksklusif hingga pencegahan stunting sampai efektif ke orang tua. Orientasi ini menegaskan peran bidan dan ahli gizi sebagai ujung tombak pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan transformasi peran tenaga kesehatan di lini depan. Mereka tidak cukup hanya melayani pasien yang datang berobat, tetapi harus aktif menjemput bola dengan memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki balita.
"Kita ingin memastikan orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak sejak dini. Kelas Ibu Balita menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kemampuan tersebut," ujarnya.
Para peserta dibekali sejumlah keterampilan kunci yang berhubungan langsung dengan tumbuh kembang anak di 1.000 hari pertama kehidupan. Materi tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang sering dihadapi orang tua di lapangan.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulbar, Suraidah Suhardi, yang turut hadir memberikan penguatan, mendorong para tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi. Ia menilai pendekatan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat adalah kunci memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga.
Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak ini sejalan dengan agenda Panca Daya ke-3 Provinsi Sulawesi Barat, yakni "Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berkarakter." Komitmen ini memastikan setiap anak di Sulbar mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal sejak awal kehidupan. (Adv/Rls)