Cek Dulu Syarat Nilai Akademik STIN 2026 Sebelum Mendaftar

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:01:02 WIB
Calon taruna STIN 2026 meninjau informasi persyaratan pendaftaran yang dibuka 18-30 Agustus 2026.

STIN - Penerimaan taruna dan taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun akademik 2026/2027 telah resmi dibuka. STIN berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara dan seleksinya masuk dalam rangkaian sekolah kedinasan nasional lewat SSCASN BKN.

Ketentuan yang Wajib Dipenuhi

Calon peserta STIN 2026 harus memenuhi sejumlah syarat dasar berikut:

  • Minimal lulusan SMA/sederajat (bukan Paket C).
  • Berstatus WNI dan setia pada Pancasila serta UUD 1945.
  • Berkelakuan baik, dibuktikan dengan SKCK, dan tidak pernah terlibat tindak pidana.
  • Lolos persyaratan nilai akademik serta kesehatan dan fisik.
  • Bersedia mematuhi seluruh ketentuan pendidikan dan seleksi.

Khusus lulusan 2024-2026, standar nilai yang perlu dipenuhi adalah rata-rata ijazah minimal 85, dengan nilai Matematika, Bahasa Indonesia, serta Bahasa Inggris/bahasa asing juga minimal 85.

Ketentuan Fisik Calon Taruna

Tinggi badan diutamakan minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan, dengan berat badan proporsional. Namun kata "diutamakan" memberi ruang bagi peserta di bawah standar tersebut untuk tetap ikut seleksi asal punya prestasi atau kemampuan yang bisa dibuktikan. Selain tinggi dan berat badan, peserta juga wajib lolos pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan panitia.

Mengenal 3 Prodi STIN

STIN membuka tiga jalur program studi pada 2026. Agen Intelijen dan Analis Intelijen sama-sama terbuka untuk lulusan SMA/sederajat — yang pertama mengarah ke spesialisasi HUMINT (operasional intelijen), yang kedua ke Intelligence Analysis Management (analisis strategis). Sementara Keamanan dan Intelijen Siber khusus untuk lulusan SMK/MAK jurusan komputer, jaringan, multimedia, desain grafis, pengembangan gim, atau rekayasa perangkat lunak.

Kuota STIN 2026 Terbatas

Hanya 100 taruna dan taruni yang akan diterima STIN pada 2026, terbagi menjadi 60 kursi Agen Intelijen, 20 kursi Analis Intelijen, dan 20 kursi Keamanan dan Intelijen Siber. Perbandingan gender ditetapkan 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan dari total kuota.

Kapan Pendaftaran Dibuka

Jendela pendaftaran STIN 2026 berlangsung 18-30 Agustus 2026, mengikuti jadwal nasional penerimaan sekolah kedinasan yang ditetapkan BKN. Mendaftar lebih awal disarankan agar ada waktu memeriksa ulang kelengkapan dokumen sebelum batas waktu.

Cara Mendaftar via SSCASN

  1. Akses portal SSCASN BKN.
  2. Buat akun menggunakan data kependudukan.
  3. Login dengan akun yang telah dibuat.
  4. Pilih menu Sekolah Kedinasan.
  5. Pilih Badan Intelijen Negara/STIN.
  6. Pilih program studi sesuai latar belakang pendidikan.
  7. Isi biodata dan data pendidikan.
  8. Unggah dokumen yang dipersyaratkan.
  9. Periksa kembali seluruh data.
  10. Kirim pendaftaran dan simpan bukti pendaftaran.
  11. Pantau pengumuman dan tahapan seleksi berikutnya lewat kanal resmi.

Rangkaian Tes Setelah Administrasi

Begitu lolos seleksi administrasi, peserta STIN 2026 akan melalui Seleksi Kompetensi Dasar, lalu diikuti pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan psikotes, serta tahapan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama proses seleksi STIN 2026 berlangsung?
Sumber tidak mencantumkan durasi pasti, namun tahapannya mencakup seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, tes kesehatan, kebugaran, dan psikologi secara berurutan.

Apakah peserta dengan tinggi badan di bawah ketentuan otomatis gugur?
Tidak selalu. Kata "diutamakan" pada syarat tinggi badan berarti peserta yang sedikit di bawah ketentuan masih bisa mengikuti proses seleksi apabila punya prestasi atau kemampuan tertentu yang bisa dibuktikan.

Kesimpulan

STIN 2026 menawarkan peluang bagi lulusan SMA maupun SMK lewat tiga program studi dengan total 100 kursi. Pendaftaran dibuka 18-30 Agustus 2026 via SSCASN BKN — memenuhi syarat nilai, fisik, dan kesehatan sejak awal akan memperbesar peluang lolos seleksi.

Reporter: Redaksi
Back to top