Bupati Mamuju Tengah Pimpin Salat Istisqa di Halaman Kantor Bupati, Ribuan Warga Ikut Memohon Hujan

Penulis: Ragil  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:11:01 WIB
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, memimpin salat istisqa di halaman Kantor Bupati pada Kamis (20/8/2026).

MAMUJU TENGAH — Ratusan warga dari berbagai kecamatan memadati halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Kamis (20/8/2026) untuk mengikuti salat istisqa dan istighosah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah. Kegiatan ini menjadi respons atas musim kemarau panjang yang membuat sawah mengering dan sungai-sungai mulai menyusut.

Bupati Mamuju Tengah Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si tampak hadir bersama Wakil Bupati, Kapolres Mateng, para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mamuju Tengah. Kehadiran mereka menyatu dengan warga yang datang dengan harapan yang sama: meminta rahmat hujan dari langit.

Bukan Sekadar Meminta Hujan, tapi Momentum Introspeksi Diri

Dalam sambutannya, Arsal Aras menegaskan bahwa salat istisqa kali ini bukan sekadar ritual meminta air turun. Ia mengajak seluruh jamaah untuk merendahkan diri dan memperbanyak istighfar di hadapan Allah SWT.

"Pada pagi yang penuh harap ini, kita berkumpul bukan karena sebuah perayaan. Kita berkumpul bukan pula untuk menunjukkan kekuatan kita sebagai manusia. Kita hadir dengan hati yang tunduk, dengan kepala yang tertunduk, dengan kedua tangan yang diangkat, mengakui bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa," ujar Arsal Aras di hadapan ribuan jamaah.

Kekeringan Tanah dan Kekeringan Hati

Bupati mengungkapkan bahwa dampak kekeringan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sawah mulai mengering, kebun merindukan air, dan sungai-sungai mulai menyusut.

"Namun sesungguhnya, kekeringan yang kita takutkan bukan hanya kekeringan tanah, tetapi juga kekeringan hati dan mengingat Allah SWT," lanjutnya.

Menurut Arsal, momen ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, memperkuat ukhuwah, memperbanyak sedekah, serta menjauhi kezaliman. Ia juga mengajak masyarakat melakukan muhasabah atas segala perbuatan yang mungkin selama ini melenceng dari jalan yang diridhai.

"Mungkin selama ini ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, mungkin ada amanah yang belum kita jaga dengan baik, mungkin ada lisan yang pernah menyakiti, tangan yang pernah berbuat salah, atau hati yang terlalu jauh dari mengingat Allah SWT," tuturnya.

Doa Bersama Tanpa Membedakan Status Sosial

Arsal Aras menekankan bahwa di hadapan Allah SWT, seluruh jamaah memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada perbedaan jabatan, kedudukan, maupun status sosial dalam doa yang dipanjatkan.

"Yang membedakan hanyalah ketakwaan," tegasnya.

Di akhir sambutannya, bupati memimpin doa bersama agar musibah kekeringan segera berakhir dan digantikan keberkahan. Ia berharap hujan yang turun nantinya menjadi hujan yang menyuburkan sawah, bukan membawa bencana.

"Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengangkat segala musibah yang sedang kita hadapi, serta membawa keberkahan, bukan bencana. Semoga hujan yang turun menjadi hujan yang menyuburkan sawah," harapnya.

Ia juga mendoakan agar para petani diberikan hasil panen yang melimpah, para nelayan diberikan keselamatan, para pedagang diberikan keberkahan rezeki, serta anak-anak Mamuju Tengah diberikan masa depan yang cerah.

Reporter: Ragil
Sumber: sulbarpedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top