BNPB Catat 70 Tewas dan 40.040 Mengungsi Akibat Gempa M 7,7 di NTT, 11.925 Rumah Rusak

Penulis: Ragil  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:02:31 WIB
BNPB mencatat 70 orang tewas dan 40.040 warga mengungsi akibat gempa M 7,7 di NTT.

SULAWESI BARAT — Gempa berkekuatan M 7,7 yang melanda NTT pada Sabtu 15 Agustus meninggalkan kerusakan masif pada permukiman warga. Data BNPB hingga Selasa 18 Agustus pukul 18.00 WIB mencatat dampak bencana ini menyebar di tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota dengan total 16.411 keluarga terdampak.

Kerusakan bangunan menjadi konsentrasi terbesar penanganan darurat. Dari total 11.925 rumah yang rusak, sebanyak 5.516 unit mengalami rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan. Angka ini dipastikan masih akan bertambah seiring proses pendataan bertahap di lapangan.

Fasilitas Publik dan Infrastruktur Vital Terdampak

Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada rumah tinggal. BNPB mencatat 663 fasilitas pendidikan dan 182 fasilitas kesehatan ikut rusak. Selain itu, 173 rumah ibadah, 184 kantor pemerintahan, 49 fasilitas umum, serta 39 titik jalan turut terdampak.

Kerusakan infrastruktur lain meliputi satu gudang logistik, tujuh fasilitas irigasi, satu pasar, dan tiga jembatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menghambat distribusi bantuan serta proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

Mobilisasi Logistik dan Peralatan Berat ke Lokasi Bencana

BNPB menyebut pemerintah pusat telah membentuk posko penanganan utama di Kabupaten Nagekeo. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut mengoordinasikan operasi pencarian warga yang masih belum ditemukan.

Posko logistik nasional didirikan di dua titik strategis, yakni Bandara Haji Hasan Aroeboesman Kabupaten Ende dan Bandara Bajawa Soa Kabupaten Ngada. Sebanyak 100 paket sembako, 500 tenda keluarga, dan 20 tenda pengungsi dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal. Dukungan serupa juga disalurkan lewat jalur darat.

Pemerintah mengerahkan alat berat, kendaraan operasional, serta peralatan medis untuk mempercepat evakuasi. Kementerian Kesehatan memobilisasi dua tim manajemen kesehatan dan tim Emergency Medical Team ke sejumlah lokasi, termasuk Kabupaten Sikka dan Ende.

Pemulihan Jaringan Komunikasi dan Listrik Jadi Prioritas

Pemulihan akses komunikasi dan kelistrikan menjadi fokus utama agar distribusi bantuan berjalan lancar. BNPB mencatat pemulihan jaringan telekomunikasi telah mencapai 98,3 persen. Seluruh gardu induk di wilayah terdampak telah beroperasi kembali dan sebagian besar pelanggan listrik sudah mendapatkan layanan.

Personel gabungan dari berbagai instansi terus dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian, pelayanan kesehatan, serta percepatan pemulihan jalan dan infrastruktur dasar. Pemerintah juga menyiapkan sarana transportasi udara dan laut guna mendukung mobilisasi personel serta penyaluran bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.

Dengan jumlah korban jiwa mencapai 70 orang dan lebih dari seribu warga luka-luka, penanganan gempa NTT masih membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Proses pendataan kerusakan dan pemulihan wilayah terdampak terus berlangsung secara bertahap.

Reporter: Ragil
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top