Antrean SPBU di Palangka Raya Mengular, DPRD Kalteng Desak Pertamina Bergerak Cepat

Penulis: Fajar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23:54 WIB
Antrean kendaraan terlihat mengular di sebuah SPBU di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

SULAWESI BARAT — Fenomena kendaraan yang mengantre hingga berjam-jam di SPBU bukan lagi pemandangan asing bagi warga Palangka Raya. Namun, intensitasnya yang meningkat belakangan ini membuat resah, terutama bagi mereka yang menggantungkan aktivitas harian pada kendaraan bermotor.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, menyoroti langsung persoalan ini. Ia menilai Pertamina perlu bergerak cepat untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan merata, bukan hanya di kota, tetapi juga hingga ke wilayah pinggiran.

Kekhawatiran di Balik Antrean Panjang

Menurut Sirajul, antrean yang mengular di sejumlah SPBU menunjukkan adanya gangguan pada rantai distribusi. Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada kemacetan lalu lintas, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada transportasi.

"Kami menerima banyak laporan dari warga yang kesulitan mendapatkan BBM. Ini bukan soal antre semata, tapi soal kepastian akses energi bagi publik," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya.

Ia menambahkan, situasi ini berpotensi memicu aksi pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu jika tidak segera diantisipasi. Hal itu justru akan memperparah kelangkaan di lapangan.

Mengapa Pasokan Terganggu?

Belum ada pernyataan resmi dari Pertamina terkait penyebab pasti gangguan distribusi di wilayah Kalteng. Namun, pola serupa di sejumlah daerah lain kerap dipicu oleh kendala logistik pengiriman dari depot ke SPBU, terutama saat cuaca ekstrem atau lonjakan permintaan yang tidak terprediksi.

Palangka Raya yang menjadi pusat distribusi untuk beberapa kabupaten di sekitarnya memang memiliki beban pasokan yang besar. Ketika satu mata rantai terlambat, efeknya langsung terasa di kota.

Apa Langkah yang Diminta DPRD?

Sirajul mendesak Pertamina untuk melakukan koordinasi intensif dengan Hiswana Migas dan pihak SPBU setempat. Ia ingin ada kepastian jadwal pasokan serta transparansi stok agar masyarakat tidak panik dan berbondong-bondong mengisi tangki secara berlebihan.

"Kami minta Pertamina menambah frekuensi pengiriman sementara waktu, dan memastikan SPBU yang ada di jalur utama tidak kosong lebih dari satu hari. Komunikasi kepada publik juga harus lebih terbuka," tegasnya.

DPRD Kalteng berjanji akan terus memantau perkembangan di lapangan. Jika dalam beberapa hari ke depan situasi tidak membaik, mereka akan memanggil pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi.

Bagi warga yang hendak mengisi BBM, disarankan untuk memantau informasi stok melalui aplikasi resmi Pertamina atau menanyakan langsung ke petugas SPBU sebelum berangkat, guna menghindari antrean yang tidak perlu.

Reporter: Fajar
Sumber: balanganews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top