MAMUJU — Ribuan langkah menyatu dalam keceriaan saat Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat menggelar fun walk memperingati Hari Pengayoman ke-81. Kegiatan yang berlangsung Minggu (9/8) ini bukan sekadar olahraga pagi, melainkan strategi membangun sinergi antara pegawai, notaris, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), organisasi kemasyarakatan, dan warga Mamuju.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, menyebut momen ini sebagai ruang interaksi yang lebih santai untuk memperkuat rasa kekeluargaan. Menurutnya, organisasi yang kuat tidak lahir hanya dari tumpukan pekerjaan, tetapi dari rasa saling percaya dan kepedulian antarsesama.
"Fun Walk ini kita jadikan sebagai ruang untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Kita ingin seluruh jajaran dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, sehingga terbangun komunikasi yang baik dan hubungan kerja yang semakin harmonis," ujar Saefur di Mamuju.
Saefur menjelaskan, hubungan baik yang terbangun di luar jam kerja akan memudahkan koordinasi saat menghadapi tantangan pelayanan. Ketika setiap unsur organisasi saling mendukung, eksekusi tugas di lapangan menjadi lebih kuat dan responsif.
"Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui rasa saling percaya, kepedulian, dan dukungan antarsesama. Ketika kita mampu berjalan bersama dan memiliki tujuan yang sama, maka pelaksanaan tugas akan menjadi lebih kuat," tuturnya.
Mengusung tema "Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak", peringatan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk beradaptasi dengan teknologi. Namun, Saefur menekankan bahwa digitalisasi harus berujung pada manfaat konkret bagi masyarakat, bukan sekadar perubahan tampilan sistem.
"Transformasi digital harus kita maknai sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Teknologi adalah sarana, sementara tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan hukum yang benar-benar bermanfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Saefur mengajak seluruh insan pengayoman menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak kerja nyata. Ia meminta jajarannya terus mengembangkan inovasi dan memanfaatkan teknologi di tengah perubahan zaman, tanpa melupakan nilai-nilai dasar pengayoman.
"Semangat Hari Pengayoman harus kita wujudkan melalui kerja nyata. Mari terus meningkatkan kualitas pelayanan, mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi, dan memperkuat kolaborasi. Di tengah berbagai perubahan, nilai-nilai pengayoman harus tetap menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Saefur.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum John Batara Manikallo, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hidayat Yasin, serta jajaran struktural Kanwil Kemenkum Sulbar. Kehadiran pengurus dan anggota DWP Pengayoman Kemenkum Sulbar turut mewarnai jalannya acara.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rute fun walk. Suasana keakraban menyelimuti setiap meter perjalanan, memperlihatkan bahwa peringatan Hari Pengayoman mampu menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan meneguhkan komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Barat.