MAMUJU — Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan renungan mendalam kepada jajaran Polda Sulawesi Barat (Sulbar) mengenai makna tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Ia mengaku telah lama merenungi tradisi penanaman pohon yang digagasnya saat momen kenaikan pangkat, dan menyadari bahwa esensi dari tradisi tersebut belum sepenuhnya dipahami.
"Saya sadar saya belum sepenuhnya mengajarkan kalian makna sesungguhnya dari tanggung jawab, rasa memiliki, dan amanah. Jika pohon yang kita tanam dibiarkan begitu saja tanpa dirawat, apa maknanya?" ujar Kapolda di hadapan personelnya.
Kapolda menekankan bahwa merawat pohon yang telah ditanam memiliki nilai ibadah yang berkelanjutan. Menurutnya, pohon yang tumbuh subur dan bermanfaat bagi alam akan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah seseorang berpindah tugas.
"Padahal menanam adalah amal jariah jika dirawat hingga tumbuh subur dan bermanfaat bagi alam, maka pahalanya akan terus mengalir," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pesan ini menjadi titik balik perubahan, di mana setiap personel tidak lagi sekadar melaksanakan tradisi seremonial, tetapi membangun kesadaran bahwa setiap hal kecil yang dilakukan adalah cerminan sikap terhadap tugas dan lingkungan.
Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa setiap anggota kepolisian adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Ia menekankan bahwa setiap amanah yang diemban akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya kepada institusi tetapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Saya berupaya mengontrol dan memperbaiki hal ini, baik di dalam gedung maupun saat bertugas di luar. Saya ingin mendidik kalian hari ini bahwa setiap orang adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subuhanahu Wataalah atas apa yang diamanahkan kepadanya," jelasnya.
Menjelang akhir masa tugasnya, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan harapan tulusnya agar budaya positif yang ia tanamkan dapat berkelanjutan. Ia ingin kebersihan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab menjadi karakter yang melekat kuat pada diri setiap personel Polda Sulbar.
"Saya ingin sebelum saya meninggalkan Polda Sulbar, budaya kebersihan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sudah terpatri kuat di hati setiap personel. Mulailah dari hal paling sederhana dengan menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan merawat apa yang menjadi milik kita bersama," pesannya.
Di akhir arahannya, Kapolda mengungkapkan kebiasaannya memanjatkan doa bersama anak-anak yatim setiap hari Jumat. Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan agar seluruh personel Polda Sulbar senantiasa menjadi polisi yang baik, terpilih, dan dicintai masyarakat.
"Setiap hari Jumat saya meminta doa dari anak-anak yatim agar kalian senantiasa menjadi polisi yang baik, terpilih, dan dicintai masyarakat. Tetaplah berbuat baik, niatkan setiap tugas sebagai ibadah, lakukan sekuat kemampuan kalian sisanya biarlah Allah Subuhanahu Wataalah yang menyempurnakannya," tutupnya. (**)