SULAWESI BARAT — Setahun terakhir, jajaran iPhone terus melebar. Dari tiga model (iPhone 11, 11 Pro, 11 Pro Max) pada 2019, kini Apple bersiap menjual enam varian berbeda dalam setahun. Kehadiran iPhone 16e dan model Ultra membuat panggung peluncuran September semakin padat. Akibatnya, Apple memutuskan mengadopsi jadwal rilis terpisah.
Alasan utamanya adalah performa penjualan model keempat yang buruk. Baik iPhone mini maupun iPhone Plus – yang merupakan varian keempat dalam jajaran – tidak pernah laris saat debut. Menurut laporan internal, Apple menilai setiap model perlu mendapat sorotan sendiri agar lebih efektif menjangkau konsumen yang tepat.
Dengan enam ponsel, peluncuran serentak di satu acapkali membuat model non-Pro tenggelam. Karena itu, Apple memilih skema dua gelombang: flagship di musim gugur, perangkat entry-level di musim semi.
Berikut pembagian jadwal rilis iPhone 18 berdasarkan rencana yang beredar:
Model Ultra menjadi pendatang baru yang diposisikan di atas Pro Max. Sementara iPhone Air 2 merupakan penerus dari lini tipis yang sebelumnya menggantikan Plus.
Ada kejutan khusus untuk dua model reguler. Laporan menyebut Apple sedang mengintegrasikan teknik produksi iPhone 18 dan iPhone 18e. Akibatnya, perbedaan keduanya bisa sangat tipis – hanya terletak pada panel layar dan kamera.
Belum jelas apakah iPhone 18e akan naik kelas atau iPhone 18 justru diturunkan spesifikasinya. Namun yang pasti, jarak antar varian entry-level semakin sempit.
Skema ini berpotensi mendongkrak harga jual rata-rata iPhone. Pembeli yang ingin ikut euforia peluncuran musim gugur hanya punya pilihan seri Pro dan Ultra, yang notabene lebih mahal. Sedangkan model standar baru tersedia sekitar enam bulan kemudian.
Keputusan ini masih bersifat preliminary. Apple belum mengonfirmasi apakah pemisahan jadwal benar-benar akan meningkatkan penjualan secara keseluruhan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda akan menunggu model musim semi 2027, atau langsung memburu iPhone 18 Pro dan Ultra pada musim gugur nanti?