MAMUJU — Ribuan warga yang memadati halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat untuk menyaksikan laga Piala Dunia 2026 tak hanya mendapat hiburan. Mereka juga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis di stan yang disediakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) setempat.
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Tenaga kesehatan dari Balai Pelayanan Kesehatan Kantor Gubernur Sulawesi Barat turun langsung melayani pengunjung yang antre sejak acara dimulai.
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas DKPPKB Sulawesi Barat, Putry Anindy, bersama Ketua Tim Kerja Tata Kelola Kesehatan dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad, memimpin langsung tim medis di lokasi. Masyarakat yang hadir bisa mendapatkan:
Antusiasme warga terlihat sejak awal kegiatan. Banyak pengunjung memilih memeriksakan kesehatan lebih dulu sebelum duduk menyaksikan pertandingan.
Kegiatan ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong agar setiap acara publik—termasuk nonton bareng Piala Dunia—diisi dengan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memeriahkan perhelatan olahraga dunia, kehadiran layanan kesehatan gratis menjadi implementasi Panca Daya Ketiga Pemprov Sulbar, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci. Masyarakat didorong tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di ruang-ruang publik merupakan strategi jemput bola yang efektif.
“Momentum seperti nonton bareng Piala Dunia tidak hanya menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Kami ingin masyarakat dapat menikmati kegiatan ini sekaligus memperoleh manfaat melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, DKPPKB Sulawesi Barat akan terus mendukung berbagai kegiatan pemerintah daerah dengan menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, sebagai bagian dari implementasi visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
“Kami percaya bahwa masyarakat yang sehat adalah fondasi utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga pada berbagai kegiatan publik sebagai wujud pelayanan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tutupnya.