Biodiesel B50 Resmi Diluncurkan Pemerintah, Ini Bedanya dengan B40 dan Dampaknya ke Mesin Diesel

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:03:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan biodiesel B50 yang mulai diedarkan di seluruh Indonesia.

SULAWESI BARAT — Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan bahan bakar baru B50 yang kini mulai diedarkan untuk kendaraan diesel di seluruh Indonesia. Program ini merupakan kelanjutan dari mandatori biodiesel B40 yang sudah berjalan sebelumnya.

Secara teknis, B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit (FAME) dengan 50 persen solar fosil. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut B50 telah melewati serangkaian uji laboratorium sejak awal 2025 dan uji jalan pada Desember 2025 di berbagai sektor, termasuk otomotif, pertanian, pertambangan, hingga kereta api.

Spesifikasi Lebih Ketat: Kadar Air dan Oksidasi Jadi Sorotan

Hasil pengujian menunjukkan kualitas B100 sebagai bahan campuran B50 memenuhi spesifikasi yang lebih ketat dibanding B40. Kadar air maksimum ditetapkan 300 ppm, turun dari 320 ppm pada B40. Kandungan monogliserida juga ditekan menjadi maksimum 0,47 persen massa dari sebelumnya 0,5 persen.

Yang paling signifikan, kestabilan oksidasi B50 meningkat menjadi minimal 900 menit. Angka ini lebih tinggi dari ketentuan minimal 720 menit pada B40. Artinya, B50 lebih tahan terhadap oksidasi dan degradasi kualitas selama penyimpanan.

Dampak ke Kendaraan: Filter Bensin dan Komponen Karet Perlu Diwaspadai

Pakar otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu mengatakan mayoritas kendaraan diesel di Indonesia sudah beradaptasi dengan biodiesel lewat program B30 hingga B40. Menurutnya, efek pembersihan endapan saat beralih ke B50 jauh lebih kecil dibanding awal penerapan biodiesel dulu.

"Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya," ujar Yannes. Ia menyarankan pemilik kendaraan mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan, terutama untuk mobil tua yang perlu penggantian lebih sering.

Selain filter, komponen berbahan karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar juga perlu diperiksa secara berkala. Yannes mengingatkan karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen karet dalam jangka panjang.

Sistem Common Rail dan Kebersihan Tangki Tak Boleh Diabaikan

Yannes juga menyoroti sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel common rail. Kedua komponen ini, bersama filter dan komponen karet, berperan penting menjaga sistem bahan bakar tetap optimal saat menggunakan B50.

Pemilik kendaraan diminta menjaga kebersihan tangki bahan bakar dan menghindari penyimpanan B50 terlalu lama. Servis berkala di bengkel resmi yang memahami karakteristik biodiesel tetap dianjurkan. "Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal," kata Yannes.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top