SULAWESI BARAT — ITB kembali membuka peluang bagi akademisi yang ingin berkontribusi di salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia. Dalam pengumuman resmi yang diunggah melalui akun Instagram @itb1920, Senin (6/7/2026), kampus tersebut menyebut rekrutmen ini sebagai "kesempatan emas untuk ikut serta mencetak pemimpin dan inovator masa depan yang berdampak."
Pelamar wajib memenuhi sejumlah kriteria administratif dan akademik. Untuk jenjang S2, pelamar harus merupakan lulusan S1 dan S2 bidang relevan dengan IPK minimal S1 3,00 dan S2 3,25 (skala 4,00). Sementara untuk jenjang S3, pelamar harus bergelar Doktor di bidang relevan, dengan IPK minimal S1 3,00 dan S2 3,25.
Bagi calon doktor yang belum lulus, ITB memberikan kelonggaran. Pelamar S3 yang akan menyelesaikan studi paling lambat 1 Mei 2027 tetap dapat mendaftar dengan melampirkan surat pernyataan sanggup.
Persyaratan lain mencakup usia maksimal, status Warga Negara Indonesia, tidak memiliki ketergantungan terhadap NAPZA, tidak pernah dipidana, dan tidak berstatus sebagai ASN, CPNS, PNS, anggota POLRI, maupun TNI. Pelamar juga dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik dan tidak terlibat politik praktis.
ITB meminta pelamar menyiapkan 20 jenis dokumen, mulai dari surat lamaran yang mencantumkan kode formasi, daftar riwayat hidup (CV), scan KTP, hingga pas foto terbaru ukuran 4×6 cm. Dokumen pendukung lainnya meliputi personal statement maksimal satu halaman, dua surat referensi profesional, dan scan transkrip serta ijazah seluruh jenjang pendidikan.
Bagi lulusan luar negeri, scan surat penyetaraan ijazah dan bukti akreditasi perguruan tinggi wajib dilampirkan. Pelamar juga diminta menyertakan minimal satu contoh publikasi ilmiah yang relevan, surat keterangan sehat, dan berbagai surat pernyataan yang formatnya dapat diunduh di https://s.id/formITB.
Pelamar langsung S3 tanpa gelar S2 tidak perlu melampirkan ijazah dan transkrip S2.
Proses rekrutmen dimulai dengan penetapan kualifikasi pada 25 Juni 2026 dan pengumuman rekrutmen pada 3 Juli 2026. Setelah pendaftaran ditutup pada 4 Agustus 2026, pengumuman seleksi administrasi akan dilakukan pada 28 Agustus 2026.
ITB juga menegaskan bahwa pelamar yang lolos bersedia ditempatkan di seluruh kampus ITB yang tersebar di multikampus, yaitu Ganesha, Jatinangor, Cirebon, atau Jakarta. Selain itu, pelamar diutamakan memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan formasi yang dilamar.
Pastikan seluruh dokumen telah di-scan dengan jelas dan dikelompokkan sesuai ketentuan yang tertera di laman pendaftaran. Calon pelamar disarankan untuk menyiapkan surat referensi profesional dari dosen atau atasan sebelumnya, serta memeriksa kembali masa berlaku sertifikat kemampuan bahasa Inggris (ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP minimal 475) dan sertifikat TPA Bappenas (skor minimal 475).
Kesempatan ini terbuka lebar bagi akademisi yang ingin mengembangkan karier di lingkungan akademik bergengsi. Pastikan Anda melengkapi semua persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran pada 4 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.