MAMUJU — Upacara yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar ini menjadi momentum mengingatkan kembali fungsi keluarga sebagai benteng pertama anak.
Junda Maulana, yang membacakan sambutan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menyoroti dampak negatif penggunaan telepon genggam (HP) yang tidak diawasi. Menurutnya, gawai menjadi pintu masuk berbagai informasi yang belum layak dikonsumsi anak-anak.
“Kalau penggunaan HP itu tidak kita atur sedemikian rupa, maka ini bisa membawa dampak yang kurang baik karena berbagai informasi dapat diterima oleh anak-anak kita yang mungkin belum memiliki kemampuan untuk memilah mana yang baik dan mana yang tidak,” ujar Junda kepada awak media di Mamuju.
Lebih jauh, Sekda mengingatkan agar keluarga tidak kehilangan fungsinya sebagai pusat perhatian dan kasih sayang. Ia khawatir anak-anak yang tidak mendapatkan kehangatan di rumah akan mencari pelarian di luar.
“Oleh sebab itu saya berpesan, keluarga harus hadir bagi anak-anak. Jangan membiarkan anak-anak kehilangan harapannya, kehilangan magnet keluarga sehingga mencari pelarian di luar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Junda Maulana secara spesifik menyoroti pembagian peran di dalam keluarga. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab membina dan mendidik anak tidak bisa dibebankan hanya kepada ibu semata.
“Kita sebagai orang tua, baik ibu maupun ayah, sama-sama bertanggung jawab. Bukan hanya ibu, ayah juga harus turut berperan aktif dalam membina anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa, negara, dan agama,” pungkasnya.
Peringatan Harganas ke-33 di Sulawesi Barat ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun keluarga yang berkualitas, tangguh, dan harmonis sebagai fondasi utama mencetak generasi penerus bangsa. (Rls)