SULAWESI BARAT — Kunjungan mantan Presiden RI ke-7 di Provinsi Lampung menjadi momen krusial bagi PLN. Tak hanya soal protokoler, kelancaran acara di dua lokasi—Museum Transmigrasi di Gedong Tataan dan Maliosewu di Pringsewu—sangat bergantung pada keandalan listrik. Untuk itu, PLN UP3 Pringsewu menerjunkan tim khusus.
Manager PLN UP3 Pringsewu, Eka Nurwati, menyebut persiapan teknis sudah dimulai jauh-jauh hari. Timnya melakukan pemeliharaan preventif pada peralatan kelistrikan, pengecekan gardu distribusi, hingga pengamanan sistem di sepanjang jalur yang dilalui.
“Kami memastikan seluruh personel, peralatan, dan sistem kelistrikan berada dalam kondisi siap siaga,” ujar Eka dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, tim teknik dari ULP Pringsewu diperkuat oleh personel Pelayanan Teknik Posko Gedong Tataan.
PLN tidak hanya mengandalkan inspeksi awal. Selama kunjungan berlangsung, posko siaga didirikan sebagai pusat kendali. Dari posko ini, petugas memantau kondisi sistem kelistrikan secara langsung.
Seluruh personel dibekali kendaraan operasional, material cadang, dan peralatan kerja. Strategi ini dirancang untuk memangkas waktu respons jika terjadi gangguan mendadak di lapangan.
Eka menekankan keberhasilan pengamanan pasokan listrik ini bukan kerja sendiri. Koordinasi erat terjalin dengan PLN UID Lampung, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga panitia penyelenggara.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan PLN serta sinergi yang baik dengan semua pemangku kepentingan,” jelasnya. Ke depan, PLN UP3 Pringsewu berkomitmen memperkuat keandalan sistem melalui pemeliharaan berkelanjutan dan budaya keselamatan kerja.
Kunjungan Presiden ke-7 di dua kabupaten tersebut berlangsung aman dan lancar. Bagi warga setempat, momen ini menjadi bukti bahwa infrastruktur kelistrikan di Lampung siap mendukung agenda strategis nasional tanpa hambatan.