SULAWESI BARAT — Gugatan yang diajukan ke pengadilan AS ini menuding Oura menyesatkan konsumen dengan klaim akurasi yang terlalu tinggi. Isu utamanya terletak pada perbedaan besar antara angka yang diiklankan dengan hasil pengukuran independen.
Berdasarkan dokumen gugatan, Oura disebut hanya memperkirakan fase tidur (sleep staging) melalui data detak jantung, suhu tubuh, dan gerakan. Metode ini tidak mengukur aktivitas otak secara langsung seperti yang dilakukan dalam pengujian klinis.
Gugatan tersebut merujuk pada studi yang dipublikasikan di jurnal Nature pada 2025. Riset itu menemukan tingkat akurasi Oura Ring hanya sekitar 53 persen. Angka ini kontras dengan klaim pemasaran perusahaan yang menyebut akurasinya mencapai 95 persen.
Oura membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan. Pihak perusahaan menegaskan tetap berdiri di belakang riset yang menjadi dasar klaim produk mereka.
Dalam pernyataannya, Oura menyebut produknya telah divalidasi oleh pihak ketiga menggunakan polysomnography (PSG). PSG merupakan standar emas dalam pengukuran tidur yang biasa digunakan di laboratorium klinis untuk men