Prabowo: Dana Bantuan Bencana Berasal dari Penyelamatan Aset Negara dan Pemberantasan Korupsi

Penulis: Saiful  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:19:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan terkait sumber dana bantuan bencana di sela peluncuran Program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8).

SULAWESI BARAT — Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekuatan fiskal negara untuk menghadapi bencana alam, termasuk pengadaan ratusan helikopter dan alat berat, bertumpu pada pengelolaan aset dan kekayaan bangsa secara transparan. Pernyataan ini disampaikan di sela peluncuran Program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8), melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Penghentian Kebocoran Keuangan Jadi Sumber Pembiayaan Utama

Prabowo membeberkan bahwa kapasitas negara dalam merespons cepat bencana, seperti yang terjadi di Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak terlepas dari upaya pengamanan fiskal. Langkah ini ditempuh dengan menghentikan kebocoran anggaran yang selama ini berjalan.

"Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," tegas Prabowo.

Respons Cepat dan Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Bencana

Dalam penanganan bencana El Nino, Presiden mengklaim telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah instansi dan daerah. Hasilnya, sinergi antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan BNPB berjalan efektif.

"Saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur pemerintah daerah, K/L-K/L, TNI, Polri, BNPB, Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif. Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi," tambahnya.

Mobilisasi Sumber Daya Besar-besaran untuk Wilayah Terdampak

Presiden merinci pengadaan alat berat dan armada pendukung yang dikerahkan untuk logistik bencana. Setidaknya puluhan helikopter, belasan pesawat, ratusan bor air, ratusan pompa air, hingga ribuan personel telah disiagakan di berbagai titik rawan bencana.

Prabowo mencontohkan penyelesaian penanganan bencana di Aceh yang dinilai melampaui perkiraan banyak pihak. Respons cepat juga ditunjukkan di NTT dengan mobilisasi yang masif.

"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," tandasnya.

Komitmen Antikorupsi di Tengah Keraguan Publik

Meski mendapat pandangan miring, Prabowo menegaskan keseriusan pemerintah dalam memberantas praktik korupsi. Ia mengakui banyak pihak yang meragukan komitmen tersebut, namun memastikan upaya pembersihan terus berjalan.

"Walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," tegasnya.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top