MAMUJU — Pelatihan yang berlangsung di Ballroom Matos Hotel and Convention itu menjadi ruang bagi wartawan untuk menyegarkan kembali standar verifikasi berita. Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulbar, Erdi, mengatakan pihaknya sengaja mengangkat isu keseimbangan antara kecepatan dan kualitas sebagai tema utama.
“Memunculkan informasi melalui aspek kualitas dan aspek kecepatan, maka kita lakukan tiap tahun buat wartawan,” ujar Erdi dalam sambutannya.
Menurut Erdi, perubahan lanskap media akibat digitalisasi telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat secara drastis. Informasi ekonomi yang semula bersifat teknis kini harus dikemas cepat tanpa boleh mengorbankan akurasi.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara otoritas dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan isu-isu ekonomi yang tidak hanya akurat dan mudah dipahami, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengambilan keputusan publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, arus informasi yang deras justru meningkatkan risiko penyebaran data yang tidak terverifikasi. Kondisi ini menjadi perhatian serius BI karena pemberitaan ekonomi yang keliru bisa memicu kepanikan atau keputusan investasi yang salah di tingkat masyarakat.
Bank Indonesia memandang insan pers bukan sekadar peliput, melainkan mitra dalam menyampaikan kebijakan moneter dan sistem pembayaran kepada publik. Karena itu, kapasitas jurnalis di daerah perlu terus diperkuat.
“Tentu kami terus mengajak rekan media sebagai mitra untuk terus menginformasikan secara akurat,” kata Erdi.
Pelatihan ini diikuti wartawan dari media cetak, elektronik, dan platform digital yang aktif meliput di Sulawesi Barat. Materi yang diberikan mencakup teknik verifikasi data, pemahaman indikator ekonomi makro, serta etika publikasi di era media sosial.
Melalui kegiatan capacity building ini, BI berharap lahir pemberitaan ekonomi yang tajam, kredibel, dan berimbang. Publik di Sulawesi Barat pun diharapkan memiliki rujukan informasi yang dapat diandalkan untuk memahami dinamika ekonomi daerah maupun nasional.
Erdi menekankan, wartawan yang kompeten akan menjadi garda depan dalam mencerdaskan masyarakat, terutama dalam membaca arah kebijakan ekonomi yang kerap berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, seperti inflasi, nilai tukar, dan suku bunga.