MAMUJU — Polewali Mandar kembali mempertahankan gelar Juara Umum I MTQ XI tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Kejutan justru datang dari Kabupaten Mamasa yang berhasil merebut posisi Juara Umum II, menggeser kabupaten-kabupaten lain yang selama ini mendominasi papan atas.
"Saya hampir kaget malam ini ketika Mamasa menjadi Juara Umum II. Selamat kepada Mamasa atas prestasi yang luar biasa," kata Gubernur Suhardi Duka dalam sambutan penutupan, Kamis malam.
Suhardi Duka mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagian besar provinsi di Indonesia memilih menunda atau membatalkan MTQ tingkat provinsi pada tahun ini. Penyebabnya adalah keterbatasan anggaran daerah yang harus dipangkas mengikuti instruksi efisiensi dari pemerintah pusat.
"MTQ di beberapa daerah sudah tidak lagi menjadi prioritas. Namun di Sulbar, kita tetap menjadikannya sebagai salah satu kegiatan prioritas karena memiliki nilai strategis dalam pembinaan keagamaan," ujarnya.
Gubernur menilai Sulbar memiliki sejarah panjang dalam melahirkan ulama dan tokoh agama. Polewali Mandar disebut sebagai gudang ulama, wali, dan pesantren, disusul Kabupaten Majene hingga Mamuju. Prestasi Polman yang kembali menjadi juara umum dinilai sebagai bukti konsistensi pembinaan generasi Qurani di daerah tersebut.
Meski demikian, Suhardi Duka mengingatkan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi kabupaten lain untuk terus meningkatkan pembinaan. Ia mendorong agar penyelenggaraan MTQ ke depan tidak hanya menjadi ajang syiar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Suhardi Duka meminta panitia menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan MTQ mendatang. Ia ingin kegiatan ini mampu menggerakkan pelaku UMKM dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
"Pelaksanaan MTQ ke depan perlu dikemas lebih inovatif sehingga mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah, menggerakkan pelaku UMKM, sekaligus menjadi tontonan yang memberikan kesejukan rohani melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an," tuturnya.
Gubernur berharap MTQ Sulbar terus berkembang sebagai wadah pembinaan tilawah Al-Qur'an sekaligus agenda daerah yang memperkuat syiar Islam, membangun karakter masyarakat, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.